banner 728x250

Indeks Kerukunan Umat Beragama Kepri Tembus Tiga Besar

Capaian skor 83,68 melampaui rata-rata nasional, FKPT Kepri tegaskan komitmen jaga keharmonisan masyarakat yang majemuk

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengukuhkan statusnya sebagai salah satu wilayah paling toleran di Indonesia. Berdasarkan data terbaru Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi Kepri, daerah ini mencatatkan skor Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) sebesar 83,68 poin.

Prestasi gemilang ini menempatkan Kepri di posisi tiga besar nasional sekaligus memuncaki daftar wilayah paling harmonis di Pulau Sumatera. Angka tersebut melampaui jauh rata-rata nasional yang berada di level 77,89 poin.

banner 325x300

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kepri, Lamidi, mengapresiasi capaian ini sebagai bukti nyata tingginya keharmonisan sosial masyarakat.

“Angka ini mencerminkan tingginya tingkat toleransi dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat yang beragam di Kepulauan Riau,” ujar Lamidi, yang juga mantan Kepala Kesbangpol Kepri.

Empat Pilar Toleransi Kepri

Lamidi menjelaskan bahwa indeks tinggi ini tidak muncul secara instan, melainkan didorong oleh empat indikator fundamental yang dijaga ketat oleh masyarakat Kepri:
• Komitmen Kebangsaan: Menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi negara.
• Toleransi: Sikap saling menghargai keyakinan antar umat beragama yang tertanam kuat.
• Anti Kekerasan: Menolak segala bentuk ekstremisme dan cara-cara kekerasan dalam penyelesaian masalah.
• Akomodatif Budaya: Menjaga tradisi lokal yang selaras dengan nilai-nilai agama.

FKPT berkomitmen untuk terus menjaga moderasi beragama melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita terus bergerak melalui berbagai program demi Kepulauan Riau yang aman, damai, kuat, serta terbebas dari radikalisme,” tegas Lamidi.

Stabilitas Jadi Modal Pembangunan

Selain capaian IKUB, tren positif juga terlihat pada Indeks Potensi Radikalisme di Kepri. Berdasarkan survei BNPT, skor potensi radikalisme wilayah ini berada di angka 13,1. Angka tersebut tercatat stabil dibandingkan tahun 2024 dan menurun drastis dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 13,7.

Menurut Lamidi, kondisi kondusif ini adalah kunci utama keberlanjutan pembangunan daerah yang dijalankan pemerintah.

“Tentu kita berharap Kepri ke depan tetap terjaga di semua sisi. Sebab, suksesnya program pembangunan pemerintah memerlukan situasi yang stabil dan daerah yang kondusif,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!