BINTAN, Radar Perbatasan.com – Suasana dini hari di Jalan Raya Korindo, Kelurahan Sungai Lekop, Bintan Timur, mendadak mencekam. Sebuah kecelakaan lalu lintas “adu kambing” antara dua sepeda motor terjadi pada Senin 15 Juni 2026 sekira pukul 01.10 WIB, merenggut satu nyawa pengendara.
Peristiwa tragis ini melibatkan sepeda motor Yamaha Scorpio biru bernomor polisi BP 4874 OB dan Honda Vario hitam bernomor polisi BP 3701 WH. Benturan keras yang terjadi membuat kedua pengendara tak berdaya di lokasi kejadian.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi di lapangan, insiden bermula saat pengendara Honda Vario, Habiby Pratama Yudha, melaju dari arah Simpang Korindo menuju ke arah Jalan Lintas Timur.
Nahas, dari arah berlawanan, muncul Yamaha Scorpio yang dikendarai oleh Okvizul Hajri. Diduga, setelah melintasi tikungan, posisi kendaraan Okvizul terlalu melebar hingga masuk ke lajur kanan, jalur yang sedang dilintasi oleh Habiby.
Jarak yang sudah sangat dekat membuat tabrakan tak terelakkan. Kedua kendaraan beradu muka dengan kecepatan yang cukup tinggi.
Kondisi Korban
Dampak dari kecelakaan tersebut sangat fatal. Berikut adalah rincian kondisi kedua korban:
• Okvizul Hajri (Pengendara Yamaha Scorpio): Mengalami pendarahan parah pada mulut, cedera kepala berat, dan patah tulang telapak kaki kiri. Korban dinyatakan meninggal dunia.
• Habiby Pratama Yudha (Pengendara Honda Vario): Mengalami luka berat berupa pendarahan dari telinga kanan, patah tulang bahu kanan, serta luka lecet pada bagian jari kaki.
“Kedua korban segera dilarikan ke RSUD Bintan di Kijang sesaat setelah kejadian untuk mendapatkan penanganan medis intensif,” ungkap informasi yang dihimpun.
Penanganan Kepolisian
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa satu unit Yamaha Scorpio dan satu unit Honda Vario untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Insiden ini menjadi pengingat bagi para pengguna jalan, khususnya di area tikungan, agar selalu waspada dan tetap berada di lajur yang seharusnya, terutama saat berkendara di waktu dini hari.
Editor: Budi Adriansyah

















