banner 728x250

Romo Rony Fenat,Pr:Wisuda Bukan Akhir, Tetapi Awal Pengabdian dan Ungkapan Syukur

banner 120x600
banner 468x60

Kefamenanu,Radar Perbatasan

Wisuda bukan sekadar seremoni memakai toga dan menerima ijazah. Wisuda adalah penanda bahwa satu tahap perjuangan telah dilalui dengan kerja keras, disiplin, doa, dan pengorbanan.

banner 325x300

Di balik senyum seorang wisudawan, ada banyak tangan yang turut bekerja, terutama orang tua yang mungkin diam-diam menahan lelah, menunda kebutuhan pribadi, dan terus memberi dukungan tanpa syarat.

“Makna terdalam dari wisuda bukan hanya tentang gelar yang diperoleh, tetapi tentang tanggung jawab baru yang lahir. Ilmu yang didapat tidak berhenti pada pengakuan akademik, melainkan harus menjadi alat untuk berkarya, melayani, dan membawa manfaat bagi sesama”ungkap Romo Rony Fenat,Pr dalam renungan yang disampaikan ketika memimpin ibadat Syukur wisudawati Vinsensia Ato,S.Sos,di Kampung Adat Maslete, Rabu (11/6)2026).

Dihadapan Sang Yubilaris Vinsensia Ato,S os,yang didampingi kedua orang tua nya Ibu Maria Bani dan Bapak Fridus Ato,serta dihadiri oleh keluarga dan anggota KUB St Yosef Lingkungan Maslete,Romo Rony mengingatkan bahwa Pada momen ini, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan: menghormati dan membalas kasih orang tua.

“Tidak semua jasa orang tua bisa dibayar dengan uang atau hadiah. Namun ada banyak cara untuk menunjukkan terima kasih:Ucapkan terima kasih dengan tulus atas doa, perjuangan, dan pengorbanan mereka”ujar Romo Rony Fenat,Pr.

Mengakhiri renungannya Romo menyampaikan pesan yang bermakna:

1 Jadilah pribadi yang membanggakan, bukan hanya karena pekerjaan atau jabatan, tetapi karena karakter dan sikap hidup.

2 Rawat dan dampingi mereka saat mereka mulai menua, sebagaimana dahulu mereka merawat kita tanpa lelah.
3 Gunakan ilmu dengan bijaksana, karena keberhasilan anak adalah kebahagiaan terbesar orang tua.
4 Jangan melupakan mereka ketika sudah berhasil, tetap hadir, memberi perhatian, dan melibatkan mereka dalam setiap pencapaian.
5. Hari wisuda sesungguhnya bukan hanya milik lulusan. Hari itu juga adalah kemenangan bagi orang tua yang selama ini berjuang dalam diam.

“Toga yang dikenakan hari ini mungkin ada di pundakmu, tetapi jahitannya dibuat dari doa, air mata, dan pengorbanan orang tuamu”tambah mantan Pastor Paroki Halilulik.

Sementara Sang Yubilaris Vinsensia Ato,S.Sos dalam ungkapan hatinya menyampaikan limpah trimakasih kepada kedua orangtuanya dan rumpun keluarganya serta semua saja yang telah ikut memberi dukungan dengan caranya sendiri, sehingga bisa sukses meraih Sarjananya di Universitas Timor, Kefamenanu TTU NTT.

Reporter V Sintu Lopez

banner 325x300
error: Content is protected !!