banner 728x250

Krisis Air Menghantui Bintan: Roby Kurniawan Gerakkan 15 OPD, Guyur 300 Ton Air Bersih untuk Rakyat

Langkah Cepat Bupati Bintan Atasi Kekeringan Ekstrem: Waduk Mengering, 24 Ribu KK Jadi Prioritas Penyaluran Swadaya

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bintan memaksa pemerintah daerah bergerak ekstra cepat. Sebanyak 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bintan resmi “turun gunung” untuk menyalurkan lebih dari 150 ton air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan hebat di delapan kecamatan.

Langkah kolaboratif ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyusul laporan kritis mengenai menyusutnya debit air di berbagai wilayah.

banner 325x300

Gotong Royong Melawan Dahaga

Aksi nyata ini bukan sekadar seremoni. Seluruh OPD bergotong-royong secara swadaya, membawa tangki-tangki air untuk menyisir pemukiman warga sesuai jadwal yang telah disusun. Tak berhenti hari ini, sebanyak 14 OPD lainnya dijadwalkan akan melanjutkan estafet penyaluran pada esok hari.

“Hari ini dan besok kita terus salurkan air bersih. Setiap OPD kita porsikan minimal 10 ton. Jadi, dalam dua hari ini totalnya hampir 300 ton air bersih yang sampai ke tangan masyarakat,” ujar Bupati Roby usai memimpin Rapat Koordinasi bersama FKPD di Kantor Bupati Bintan, pada Kamis 26 Maret 2026.

Roby menegaskan bahwa pemetaan wilayah dilakukan berdasarkan skala prioritas.

“Setelah penyaluran besok, kita evaluasi lagi. Wilayah mana yang paling kritis, itu yang kita sasar lebih dulu secara bertahap,” tambahnya.

Fakta Miris: 4 Waduk Utama Kering Kerontang

Kekeringan tahun ini memang tergolong mengkhawatirkan. Data mencatat sedikitnya 24.479 Kepala Keluarga (KK) di Bintan kini kesulitan mendapatkan akses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Penyebab utamanya adalah menyusutnya volume di empat waduk besar yang selama ini menjadi tulang punggung sumber air baku PDAM. Bahkan, beberapa titik waduk dilaporkan telah kering menyeluruh, menyisakan tanah yang retak-retak.

“Tantangan besar ini harus kita jawab dengan tindakan konkret dan kolaborasi bersama. Saya minta Lurah, Kades, hingga RT/RW pastikan warga yang membutuhkan benar-benar mendapatkan bantuan ini,” tegas Roby.

Menyiapkan Solusi Jangka Panjang

Meski saat ini fokus pada bantuan darurat (jangka pendek), Roby Kurniawan memastikan Pemkab Bintan tidak tinggal diam untuk urusan masa depan. Mengingat siklus kemarau rutin terjadi di awal tahun (Februari-Maret) berdasarkan data BMKG, formulasi permanen tengah digodok.

Beberapa poin strategis yang dibahas bersama FKPD dan PDAM meliputi:

* Penambahan sumber air baku baru untuk memperkuat cadangan.
* Pendalaman volume waduk agar daya tampung air hujan lebih maksimal.
* Modernisasi sistem distribusi air agar lebih efisien saat musim kemarau tiba.

“Prospek ke depan kita persiapkan sematang mungkin. Tapi yang terpenting saat ini adalah aksi nyata untuk saudara-saudara kita yang sedang kesulitan air,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!