banner 728x250

Ekonomi Kepri Juara di Sumatera, Wagub Nyanyang Kawal Musrenbang Batam 2027: Fokus Mandiri dan Berkeadilan!

Meski dihantam dinamika global dan perubahan iklim, pertumbuhan ekonomi Kepri melesat 6,94 persen. Batam kini tancap gas menyusun rencana pembangunan masa depan

banner 120x600
banner 468x60

BATAM, Radar Perbatasan.com – Di tengah riuhnya Ballroom Grand Mercure Hotel Batam, pada Kamis 5 Maret 2026, sebuah narasi besar tentang masa depan “Singapura-nya Indonesia” mulai dirajut. Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Batam Tahun 2027.

Mengusung tema besar “Pemantapan Kemandirian Masyarakat dan Keadilan Pembangunan”, forum ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah kawah candradimuka bagi usulan-usulan akar rumput untuk bertransformasi menjadi kebijakan nyata.

banner 325x300

Menantang Badai Global dengan Angka Fantastis

Dalam sambutannya, Wagub Nyanyang tidak menutup mata terhadap kondisi dunia yang sedang “batuk”. Mulai dari perlambatan ekonomi global, tekanan inflasi pangan, hingga ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mengancam rantai pasok energi.

Sebagai daerah yang mengandalkan sektor manufaktur, Batam dan Bintan memang merasakan langsung volatilitas ekspor ke pasar raksasa seperti AS, Eropa, dan Tiongkok. Namun, di balik awan mendung itu, Kepri justru menunjukkan taringnya.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan IV 2025 mencapai 6,94 persen (yoy). Ini angka tertinggi di Sumatera dan peringkat ketiga nasional. Kita membuktikan bahwa kolaborasi bisa mengalahkan tekanan global,” tegas Nyanyang dengan nada optimistis.

Tak hanya pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat pun meroket. PDRB per kapita melonjak dari Rp123,46 juta (2020) menjadi Rp161,42 juta (2024). Bahkan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kepri sudah menembus angka 80,53, masuk kategori sangat tinggi.

Batam 2027: Antara Infrastruktur dan Perubahan Iklim

Wagub Nyanyang mengingatkan bahwa pembangunan tahun 2027 harus adaptif. Selain fokus pada kemiskinan (yang sudah berhasil ditekan hingga 4,26 persen), isu perubahan iklim menjadi rapor merah yang harus diantisipasi.

“Abrasi pantai dan banjir rob adalah ancaman nyata bagi wilayah pesisir kita. Pembangunan harus tangguh terhadap perubahan iklim,” tambahnya.

Amsakar Achmad: Menjahit Aspirasi dari Kelurahan

Senada dengan Wagub, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa Musrenbang ini adalah jembatan aspirasi. Semua usulan, mulai dari tingkat lurah hingga camat, akan dikawinkan dengan pokok pikiran DPRD Kota Batam.

“Kita ingin perencanaan yang transparan dan inklusif. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal. Musrenbang ini adalah momentum kita menyelaraskan apa yang diinginkan masyarakat dengan apa yang akan dijalankan pemerintah,” ujar Amsakar.

Hadirnya Para Tokoh Kunci

Acara ini juga menjadi ajang konsolidasi politik dan sosial. Terlihat hadir tokoh-tokoh penting seperti:

* Ismeth Abdullah (Anggota DPD RI)

* Dwi Ajeng Sekar Respati (Anggota DPD RI)

* Muhammad Kamaluddin (Ketua DPRD Kota Batam)

* Unsur Forkopimda, tokoh Lembaga Adat Melayu, akademisi, hingga aktivis pemuda.

Dengan sinergi antara Pemprov Kepri dan Pemkot Batam, RKPD 2027 diharapkan tidak hanya menjadi tumpukan dokumen, melainkan mesin penggerak utama bagi kesejahteraan masyarakat Batam yang lebih merata.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Fik

banner 325x300
error: Content is protected !!