BATAM, Radar Perbatasan.com – Suasana khidmat bercampur meriah menyelimuti Vihara Samudra Bhakti, Pulau Buluh, Kota Batam pada Selasa, 3 Maret 2026. Di tengah kepulan asap hio dan rona merah ornamen khas Imlek, Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, hadir melebur bersama masyarakat dalam perayaan Cap Go Meh 2026/2577 Kongzili.
Kehadiran orang nomor dua di Kepri ini bukan sekadar seremonial. Bagi Nyanyang, Cap Go Meh adalah potret nyata betapa indahnya keberagaman yang hidup rukun di Bumi Segantang Lada.
Keberagaman Adalah Energi Membangun
Dalam sambutannya yang hangat, Wagub Nyanyang menegaskan bahwa Kepulauan Riau adalah miniatur Indonesia. Wilayah ini menjadi rumah bagi berbagai suku, agama, dan budaya yang selama ini hidup berdampingan tanpa sekat.
“Keberagaman yang kita miliki ini menyatukan perbedaan menjadi satu kekuatan. Inilah energi bagi Kepri untuk membangun peradaban yang jauh lebih baik ke depannya,” tegas Nyanyang di hadapan tokoh lintas agama dan budaya yang hadir.
Dia berharap, momentum penutup perayaan Imlek ini membawa keberkahan, kesehatan, dan kelancaran rezeki bagi seluruh warga Kepri.
Apresiasi untuk Masyarakat dan Pertumbuhan Daerah
Tak lupa, Nyanyang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh lapisan masyarakat. Dia menyebut kemajuan pesat yang terjadi di Batam, Tanjungpinang, Karimun, Bintan, hingga pelosok Anambas dan Natuna, adalah hasil kerja keras kolektif.
“Pemerintah Provinsi Kepri mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi. Dari tahun ke tahun, kita bisa merasakan sendiri bagaimana pembangunan di Kepri berkembang sangat pesat,” tuturnya.
Fokus pada Kesejahteraan: Pendidikan dan Kesehatan
Lebih jauh, Wagub Nyanyang menyoroti potensi besar Pulau Buluh. Sebagai wilayah strategis di sektor pelayaran dan investasi, Pulau Buluh diharapkan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi bagi Batam dan sekitarnya.
Namun, dia mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan kesejahteraan rakyat. Baginya, ada tiga indikator utama yang tidak boleh ditawar:
* Pendidikan yang mudah diakses.
* Layanan Kesehatan yang prima.
* Ketersediaan Lapangan Pekerjaan.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan hak dasar tersebut. Melalui berbagai program, kita ingin memastikan kesejahteraan masyarakat terus meningkat,” tambah Wagub.
Sinergi Tanpa Batas
Menutup kunjungannya, Nyanyang mengajak para pengusaha dan investor untuk terus bersinergi dengan pemerintah. Dengan kolaborasi yang solid, dia optimistis Kepri akan menjadi provinsi yang semakin maju dan inklusif bagi semua orang.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran pembina Yayasan Samudra Bhakti seperti Ali Ulai, Abi, dan Cheng Liang, yang bersama-sama masyarakat larut dalam kegembiraan perayaan Cap Go Meh tahun ini.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ca

















