banner 728x250

Bintan Resmikan Kampung Donor Darah, Bupati: Ini Gerakan Kemanusiaan, Bukan Seremonial

Desa Toapaya Selatan Jadi Desa Kedua di Bintan yang Bangun Budaya Donor Darah Berbasis Gotong Royong

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan mendukung penuh pembentukan Kampung Donor Darah di Desa Toapaya Selatan sebagai upaya memperkuat gerakan kemanusiaan berbasis masyarakat. Program ini digagas oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bintan dan dirangkai dengan senam bersama serta sosialisasi donor darah, pada Kamis, 29 Januari 2026, di Kantor Desa Toapaya Selatan.

Bupati Bintan Roby Kurniawan menegaskan bahwa Kampung Donor Darah bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan kemanusiaan yang berangkat dari nilai luhur masyarakat Melayu seperti gotong royong, tolong-menolong, dan kepedulian terhadap sesama.

banner 325x300

“Kampung Donor Darah bukan hanya program, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan. Ketika ada yang membutuhkan darah, masyarakat sudah siap membantu tanpa menunggu dan tanpa pamrih,” ujar Roby dalam sambutannya.

Roby menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Bintan menyambut baik dan mendukung penuh inovasi PMI Kabupaten Bintan tersebut. Menurutnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari tingkat solidaritas dan kepedulian sosial masyarakatnya.

Sebelum acara utama, masyarakat mengikuti kegiatan senam bersama sebagai bagian dari upaya membangun pola hidup sehat. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sosialisasi donor darah untuk memberikan pemahaman bahwa donor darah aman, menyehatkan, serta memiliki nilai ibadah dan kemanusiaan.

“Hari ini kita tidak hanya membentuk Kampung Donor Darah, tetapi juga membangun budaya donor darah. Budaya untuk saling menjaga, saling menguatkan, dan saling menyelamatkan,” tambah Roby.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bintan Hafizha Rahmadhani Putri menjelaskan bahwa pembentukan Kampung Donor Darah merupakan inovasi PMI dalam menjawab tantangan ketersediaan darah yang aman dan berkelanjutan. Dia menyebut, kebutuhan darah bersifat terus-menerus, sementara stok darah kerap belum mencukupi saat dibutuhkan secara mendesak.

“Darah tidak dapat dibuat dan tidak dapat dibeli. Darah hanya bisa diperoleh dari kerelaan dan kepedulian sesama manusia. Karena itu, PMI Kabupaten Bintan berinovasi dengan membentuk Kampung Donor Darah agar masyarakat siap membantu kapan pun dibutuhkan,” jelas Hafizha.

Hafizha juga mengungkapkan bahwa Kampung Donor Darah sebelumnya telah dibentuk di Desa Sri Bintan pada tahun 2025. Dengan dikukuhkannya Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan, kini sudah dua desa di Kabupaten Bintan yang aktif berkontribusi dalam gerakan donor darah berbasis masyarakat.

Menurutnya, Kampung Donor Darah bertujuan membangun budaya donor darah yang rutin, sukarela, dan berkelanjutan, dimulai dari tingkat desa. Dia menilai Desa Toapaya Selatan memiliki potensi besar karena masyarakatnya kompak, aktif, dan menjunjung tinggi nilai gotong royong.

“Keberhasilan Kampung Donor Darah sangat ditentukan oleh dukungan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta partisipasi aktif warga. Harapannya, terbentuk pendonor tetap yang terdata dengan baik sehingga saat kebutuhan darah meningkat, masyarakat sudah siap,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, PMI Kabupaten Bintan juga mengukuhkan 30 orang pengurus dan anggota Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung ketersediaan darah yang berkelanjutan di Kabupaten Bintan.

Kepala Desa Toapaya Selatan Suhenda menyampaikan apresiasi atas dibentuknya Kampung Donor Darah di desanya. Dia menegaskan komitmen pemerintah desa dan masyarakat untuk menjadi bagian dari penyedia donor darah bagi sesama.

“Setetes darah sangat berarti bagi kehidupan, untuk menyelamatkan nyawa dan untuk kebaikan bersama. Kami berharap Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Bintan,” ujar Suhenda.

Dia juga berharap ke depan Kampung Donor Darah dapat berkolaborasi dengan PMI dan Pemerintah Kabupaten Bintan untuk menjadi bagian dari bank darah yang dibutuhkan masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah sakit daerah maupun provinsi.

“Donor darah bukan hanya untuk amal, tetapi juga demi kesehatan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan berpartisipasi aktif dalam Kampung Donor Darah Desa Toapaya Selatan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!