banner 728x250

BMK 1957 Kepri Gelar Musda, Pemprov Ingatkan Jaga Kondusivitas

Sekjen DPP Tegaskan BMK Wadah Kaderisasi Golkar dan Calon Pemimpin Muda

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Barisan Muda Kosgoro (BMK) 1957 Provinsi Kepulauan Riau menggelar Musyawarah Daerah (Musda) di Plaza Hotel Tanjungpinang, pada Sabtu, 17 Januari 2026. Musda ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus penentuan kepemimpinan baru BMK 1957 di Kepri.

Musda dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Sardison, Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Dewa Bahagia, serta pengurus BMK 1957 dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

banner 325x300

Dalam sambutannya, Sardison menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau atas pelaksanaan Musda BMK 1957. Dia menilai Musda merupakan bagian penting dari demokrasi internal organisasi kepemudaan.

“Pemprov Kepri menyambut baik Musyawarah Daerah DPD Barisan Muda Kosgoro 1957 Provinsi Kepri dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya Musda ini,” ujar Sardison.

Dia berharap Musda melahirkan ketua dan jajaran pengurus baru DPD BMK 1957 Kepri, sekaligus memperkuat kepengurusan DPC BMK 1957 di Tanjungpinang, Bintan, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sardison juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif selama Musda berlangsung.

“Persaingan itu wajar, tapi harus tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat, menjunjung etika serta nilai organisasi, tanpa konflik,” tegasnya.

Menurutnya, pengurus terpilih harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Barisan Muda Kosgoro 1957 Almanzo Bonara menegaskan Musda merupakan mekanisme wajib dalam konsolidasi dan kaderisasi organisasi.

“Ini tahapan organisasi yang harus kita lalui,” ujarnya.

Dia juga menegaskan posisi BMK 1957 dalam peta politik nasional. Menurutnya, aspirasi politik Kosgoro disalurkan melalui Partai Golkar.

“Kalau dibilang Barisan Muda Kosgoro adalah Golkar, itu benar. Aspirasi politik kita disalurkan ke Partai Golkar, sehingga kaderisasi berjalan seiring dengan kebijakan partai,” katanya.

Sekjen DPP menilai BMK 1957 memiliki peran strategis sebagai wadah kaderisasi dan cikal bakal lahirnya pemimpin muda Kosgoro, Golkar, hingga tingkat nasional.

“Kader BMK yang hari ini berproses, lima tahun ke depan merekalah yang akan memimpin Kosgoro. Karena itu, konsolidasi dan kaderisasi wajib dijalankan,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap struktur organisasi serta kewajiban kader mengikuti kaderisasi Partai Golkar.

“Pemimpin bukan hanya memberi perintah, tapi harus melayani dan memberi dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat,” tegasnya.

Musda ini dinilai menjadi momentum penting bagi BMK 1957 Kepri dalam menjawab tantangan kepemudaan ke depan, termasuk menghadapi generasi Z dan perkembangan teknologi digital.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Day

banner 325x300
error: Content is protected !!