Radar Perbatasan, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan tampaknya tak mau setengah-setengah soal urusan perut anak sekolah. Lewat percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 7 titik, Pemkab Bintan berupaya memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) benar-benar sampai ke semua siswa, bukan hanya yang tinggal di daratan, tapi juga mereka yang hidup di wilayah pesisir hingga pulau-pulau.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menegaskan komitmen tersebut usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pinjam Pakai Barang Milik Daerah berupa tanah untuk pembangunan SPPG di Kecamatan Bintan Utara dan Bintan Timur. Penandatanganan berlangsung di Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) RI, Jakarta, pada Kamis siang, 18 Desember 2025.
Menurut Ronny, Bintan memiliki lebih dari 43.000 siswa yang menjadi sasaran penerima manfaat MBG. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan tanggung jawab yang harus ditunaikan secara merata.
“Program ini harus dirasakan semua anak. Terutama anak-anak kita di wilayah 3T, di pulau-pulau. Mereka punya hak yang sama. Tugas kita memastikan perencanaan dan pelaksanaannya berjalan sesuai target,” ujar Ronny.
Tak hanya meneken kerja sama, pertemuan dengan BGN juga dimanfaatkan untuk membahas progres pembangunan tujuh titik SPPG di Kecamatan Bintan Pesisir. Pemerintah daerah berharap sinergi yang terbangun dengan Pemerintah Pusat bisa memangkas berbagai kendala teknis di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kondisi geografis kepulauan.
Direktur Penyediaan dan Penyaluran Makanan Bergizi Wilayah I BGN, Wahyu Widisetyanta, yang menyambut langsung kehadiran Sekda Bintan, menekankan pentingnya koordinasi aktif dari setiap daerah. Menurutnya, tantangan di wilayah kepulauan memang tidak bisa disamakan dengan daerah daratan.
“Pemerintah Pusat mendorong daerah untuk terus berkoordinasi. Banyak tantangan di lapangan, apalagi di wilayah dengan bentang geografis yang beragam seperti kepulauan,” jelas Wahyu.
Dengan percepatan pembangunan SPPG ini, Pemkab Bintan berharap program MBG tak sekadar menjadi kebijakan nasional di atas kertas, melainkan hadir nyata di meja makan anak-anak, di sekolah, di pesisir, hingga di pulau-pulau terluar.
Editor: Budi Adriansyah

















