Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Di tengah derasnya arus notifikasi, story 24 jam, dan linimasa yang tak pernah tidur, Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kepulauan Riau memilih jalan yang tidak biasa: datang langsung ke sekolah, menyapa OSIS, dan membicarakan literasi dengan cara yang relevan.
Pada Kamis, 18 Desember 2025, SMKN 1 Tanjungpinang di Jalan Pemuda No. 6 menjadi saksi muhibah literasi perdana Forum TBM Kepulauan Riau. Ini bukan sekadar kunjungan formal atau ceramah panjang yang bikin kantuk, tapi langkah awal membumikan literasi, kepemimpinan, dan teknologi digital dalam satu tarikan napas.
Pesertanya pun bukan sembarang siswa. Pengurus OSIS dan tim media sekolah, mereka yang sehari-harinya akrab dengan desain poster, caption Instagram, dan strategi publikasi kegiatan, menjadi sasaran utama. Tema yang diusung terasa tepat sasaran: “OSIS Era Digital: Pemimpin Berkarakter, Publikasi Cerdas.”
OSIS, Medsos, dan Literasi yang Tidak Kaku
Forum TBM Kepri mengajak peserta menengok kembali sejarah dan filosofi OSIS. Bukan nostalgia, melainkan refleksi: bahwa organisasi siswa bukan hanya soal jabatan, tapi juga proses belajar menjadi pemimpin yang berpikir jernih dan bertindak bertanggung jawab.
Diskusi kemudian mengalir ke peran media sosial. Di era ketika citra sekolah bisa terbentuk dari satu unggahan, siswa diajak memahami bahwa medsos bukan cuma alat pamer kegiatan, tapi ruang strategis untuk membangun narasi positif. Dari teknik menulis konten hingga meracik caption yang efektif, semua dibahas dengan bahasa yang dekat dengan keseharian mereka.
Membaca Itu Proses Seumur Hidup
Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Tanjungpinang Bidang Humas, Saryanto, menyambut baik kegiatan perdana ini. Menurutnya, literasi tidak pernah punya kata “tamat”.
“Membaca tidak henti membaca adalah bagian dari proses menuntut ilmu. Kegiatan seperti ini sangat membantu peserta didik mendapatkan wawasan yang lebih luas, tidak hanya di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Kalimat sederhana, tapi mengandung pesan penting: belajar tidak berhenti di bangku kelas.
Literasi Itu Life Skill, Bukan Sekadar Buku
Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, menegaskan bahwa literasi hari ini menuntut lebih dari sekadar kemampuan membaca teks.
“Kemampuan menganalisis sangat dibutuhkan agar generasi muda mampu menyikapi realita kehidupan dengan bijak. Literasi bukan hanya soal membaca buku, tetapi juga membangun life skill yang berguna untuk masa depan,” jelasnya.
Menariknya, Harken juga menepis anggapan bahwa literasi itu kaku dan serius. Baginya, literasi justru bisa hadir di mana saja, di ruang diskusi, di warung kopi, bahkan di tempat nongkrong, karena ia berkaitan langsung dengan cara berpikir, bersikap, dan mengambil keputusan.
Teknologi: Antara Publikasi dan Peluang Ekonomi
Tak berhenti di soal konten dan citra, Forum TBM Kepri juga mengajak siswa melihat sisi lain teknologi digital. Media sosial dan platform online, jika dimanfaatkan dengan cerdas, bisa menjadi pintu masuk kewirausahaan digital, mulai dari jualan online hingga membangun personal branding yang bernilai ekonomi.
Literasi, dalam konteks ini, bukan hanya membuat siswa lebih pintar, tapi juga lebih siap menghadapi dunia nyata.
Awal dari Gerakan yang Lebih Besar
Menutup kegiatan, Ketua Forum TBM Kepulauan Riau menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah.
“Berbagi ilmu adalah tanggung jawab kita bersama. Semoga kegiatan perdana ini memberi manfaat dan menjadi awal dari gerakan literasi yang berkelanjutan,” tutupnya.
Harapannya, muhibah literasi ini tak berhenti di SMKN 1 Tanjungpinang saja. Forum TBM Kepulauan Riau menargetkan kegiatan serupa bisa digelar bergiliran di sekolah-sekolah SLTA se-Kepri, agar literasi benar-benar mengakar, bukan sebagai slogan, tapi sebagai kebiasaan yang relevan dengan tantangan zaman.
Karena di era scroll tanpa henti, mereka yang mampu membaca, menganalisis, dan berpikir kritis, akan selalu selangkah lebih maju.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Shd

















