Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Di tengah gemerlap aula TCC Aston Tanjungpinang, pada Sabtu, 13 Desember 2025, ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia (STTI) Tanjungpinang resmi menanggalkan status mahasiswa mereka. Sidang Terbuka Senat Wisuda ke-14 Tahun Akademik 2024/2025 itu bukan sekadar seremoni pemindahan tali toga, tetapi juga ruang perenungan: ke mana teknologi akan membawa manusia, dan sebaliknya.
Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, hadir langsung dan menyampaikan pesan yang relevan dengan kegelisahan zaman. Menurutnya, dunia kini telah masuk Era Society 5.0, era ketika Artificial Intelligence, Big Data, dan Internet of Things bukan lagi jargon seminar, melainkan bagian dari hidup sehari-hari.
Namun, Nyanyang mengingatkan satu hal penting: teknologi, secanggih apa pun, tetap hanyalah alat. Arah dan dampaknya sepenuhnya bergantung pada manusia yang mengendalikannya.
“Di sinilah pendidikan tinggi punya peran vital. Kampus harus menjadi kawah candradimuka yang melahirkan SDM unggul, bukan hanya pintar secara teknis, tetapi juga berkarakter dan mampu berpikir kritis,” ujarnya.
Sebagai kampus berbasis teknologi, STTI Tanjungpinang dinilai memiliki posisi strategis dalam menyiapkan agen-agen perubahan. Lulusannya diharapkan tak berhenti sebagai pengguna teknologi, tetapi mampu menciptakan solusi, inovasi, bahkan ekosistem baru yang berdampak langsung bagi masyarakat Kepulauan Riau.
Filosofi pemindahan tali toga, kata Nyanyang, bukan sekadar formalitas wisuda. Ia adalah simbol peralihan peran: dari pelajar menjadi intelektual yang siap terjun ke tengah masyarakat, membawa kreativitas, inovasi, dan empati.
Wisuda kali ini juga diwarnai Orasi Ilmiah dari Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga, yang mengangkat tema “Technopreneurship sebagai Pilar Utama: Membangun Ekosistem Inovasi dan Pertumbuhan Berkelanjutan.” Sebuah tema yang sejalan dengan tantangan lulusan teknologi hari ini: tak hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Kepri turut menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pembangunan kualitas sumber daya manusia. Mulai dari alokasi anggaran pendidikan sebesar 21 persen APBD, program beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, hingga kerja sama pendidikan dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Komitmen itu, menurutnya, mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan ekonomi Kepri Triwulan III Tahun 2025 tercatat sebesar 7,48 persen, tertinggi di Sumatera. Indeks Pembangunan Manusia mencapai angka 80,53, disertai penurunan tingkat pengangguran terbuka.
“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Jadilah profesional yang berintegritas, mampu bersaing, dan memberi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” tutup Nyanyang.
Di tengah arus teknologi yang makin deras, pesan dari podium wisuda itu terasa sederhana tapi penting: di Era Society 5.0, manusia tetap harus menjadi subjek, bukan sekadar pengguna. Dan toga yang hari itu dipindahkan, sejatinya adalah tanda dimulainya tanggung jawab baru.
Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Ron

















