banner 728x250

Jalan Pelantar II Akhirnya Mulus Lagi: Rekonstruksi Berstandar Bina Marga Resmi Tuntas

Dibangun dengan pondasi bore pile dan berkapasitas MST 12-15 ton, Jalan Pelantar II kini siap dilewati kendaraan dan jadi urat nadi ekonomi Tanjungpinang

banner 120x600
banner 468x60

Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Setelah sempat amblas di awal 2025 dan menjadi sorotan publik, Jalan Pelantar II Tanjungpinang akhirnya kembali hadir dalam kondisi prima. Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepulauan Riau memastikan pekerjaan rekonstruksi sudah rampung 100 persen dan kini dapat dilalui kendaraan roda dua hingga roda empat.

“Alhamdulillah dapat selesai tepat waktu. Ini tentu berkat dukungan masyarakat dan seluruh stakeholder terkait,” ujar Kepala Dinas PUPP Kepri, Rodi Yantari, pada Rabu, 10 Desember 2025.

banner 325x300

Penyelesaian proyek ini menjadi kabar baik bagi warga yang menggantungkan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut, salah satu pusat perekonomian Kota Tanjungpinang. Setelah beberapa bulan rekonstruksi, aliran kendaraan akhirnya kembali hidup.

Bukan Sekadar “Tambal Sulam”: Dibangun Setara Jalan Provinsi

Rodi menegaskan bahwa pelaksanaan proyek ini bukan pekerjaan seadanya. Rekonstruksi dilakukan dengan standar bina marga, setara jalan provinsi, mirip kualitas akses menuju pelabuhan atau jalan penghubung antardaerah.

Struktur barunya dirancang untuk menahan Muatan Sumbu Terberat (MST) 12 hingga 15 ton, sehingga secara fungsional setara membangun sebuah jembatan mini di atas tanah yang sebelumnya labil.

“Konstruksinya memang sudah setara jalan provinsi. Jadi bukan sekadar jalan lingkungan biasa,” tegas Rodi.

Menggunakan Pondasi Bore Pile, Bukan Spun Pile

Pembangunan sepanjang 24,2 meter dengan lebar 6 meter ini memakai metode pondasi bore pile dengan full chasing, bukan tiang pancang (spun pile) seperti yang umum digunakan pada proyek ringan.

Pondasi bore pile, tabung panjang yang ditanam ke tanah dalam, berfungsi menyalurkan beban konstruksi ke lapisan tanah yang lebih keras. Metode ini lebih mahal, tapi jauh lebih kokoh dan aman untuk beban berat.

Hasilnya? Jalan Pelantar II kini berdiri di atas struktur yang didesain untuk bertahan lama, bukan proyek tambal sulam yang hanya bertahan satu musim hujan.

Anggaran Lebih Rendah dari Pagu, Menghemat Rp600 Juta

Total nilai proyek tercatat Rp3,9 miliar, lebih rendah Rp600 juta dari pagu anggaran Rp4,5 miliar yang disiapkan melalui APBD 2025 dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Efisiensi ini sekaligus menjadi catatan positif di tengah seringnya proyek infrastruktur menyentuh batas pagu anggaran.

Rodi: Mari Kita Jaga Bersama

Rodi juga berpesan kepada masyarakat agar turut menjaga keberlanjutan jalan yang baru dibangun.

“Caranya sederhana, salah satunya dengan membatasi tonase kendaraan sesuai yang sudah direncanakan,” ujarnya.

Desain jalan ini juga telah dibuat terintegrasi dengan Pelantar I dan II yang sebelumnya dikerjakan, sehingga kawasan tersebut memiliki kesatuan tata ruang yang lebih tertata.

Dengan rampungnya proyek ini, denyut ekonomi di sekitar Pelantar II diharapkan bergerak lebih lancar, dan masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang layak, dan akhirnya, benar-benar bisa diandalkan.

Editor: Budi Adriansyah

 

banner 325x300
error: Content is protected !!