Radar Perbatasan, Tanjungpinang – Ada yang bilang, membaca itu jendela dunia. Tapi bagi para peserta Lomba Resensi Buku tingkat SLTA dan SLTP di Tanjungpinang, membaca bukan hanya membuka jendela, melainkan membuka jalan jadi juara.
Raihana dari SMA Negeri 4 Tanjungpinang dan Charissa Sophia dari SMP Negeri 1 Tanjungpinang resmi keluar sebagai juara pertama dalam lomba yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Tanjungpinang pada 26-27 November 2025.
Sebagai kampiun, Raihana mengantongi Rp5 juta, sementara Charissa pulang membawa Rp4 juta, lengkap dengan piala dan piagam penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala DPK Kota Tanjungpinang, Meitya Yulianty, pada Selasa, 9 Desember 2025, di kantor dinas.
Persaingan Ketat di Tingkat SLTA
Di kategori SLTA, posisi runner-up diraih Swani Jaya Nusantari (SMA Negeri 5 Tanjungpinang) yang membawa pulang Rp4 juta, disusul Lefi Putra Pratama (SMA Negeri 1 Tanjungpinang) sebagai juara ketiga dengan hadiah Rp3 juta. Keduanya turut menerima piala dan piagam penghargaan.
Kompetisi Seru di Tingkat SLTP
Untuk tingkat SLTP, Alouya Isura Simarmata (SMP Swasta Katolik Tanjungpinang) menempati posisi kedua dengan hadiah Rp3 juta, sementara Tiara Nisrina Nursalim (SMP Negeri 4 Tanjungpinang) menyusul sebagai juara ketiga dengan perolehan Rp2 juta plus piala dan piagam.
Mengangkat Pustaka Lokal
Menurut Meitya Yulianty, lomba resensi tahun ini berbasis pustaka lokal, yakni buku-buku karya penulis Tanjungpinang yang dikoleksi DPK.
“Kegiatan ini bagian dari program DAK Nonfisik 2025. Tahun depan akan ada lagi. Sekolah bisa mempersiapkan diri lebih matang karena hadiahnya cukup menggiurkan,” ujarnya dengan nada optimistis.
Partisipasi Besar, Antusiasme Tinggi
Ketua panitia lomba, Sharen, menyebut kegiatan ini diikuti 75 peserta: 39 dari tingkat SLTA dan 36 dari tingkat SLTP. Lomba berlangsung dua hari di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, tempat yang pas untuk merayakan literasi dan sejarah sekaligus.
Tiga narasumber mengisi acara, yaitu Suhardi dan Harry Andheska dari UMRAH, serta Fatih Muftih, pegiat literasi Tanjungpinang. Sementara itu, dewan juri terdiri dari Rendra Setyadiharja (Stisipol Raja Haji Fisabillah), Febio Testy Arieance Loren (UMRAH), dan Nizamul Achyar, pegiat literasi.
Saat penyerahan hadiah, para pemenang turut didampingi kepala sekolah dan guru pendamping masing-masing, sebuah momen haru yang menegaskan bahwa literasi tetap punya tempat istimewa di dunia pendidikan.
Dengan hadiah besar, peserta ramai, dan buku-buku lokal yang diangkat ke permukaan, Tanjungpinang telah membuktikan bahwa semangat literasi tidak hanya hidup, tapi tumbuh, berkembang, dan terus menular. Buku mungkin diam, tapi para pembacanya? Jelas sedang bersuara lantang.
Editor: Budi Adriansyah

















