Malaka, NTT — Setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Rabu, 23 Oktober 2025, di Pantai Abudenok, Kabupaten Malaka, Yohanes Nahak Bria, S.Kep., Ners., M.M langsung bertolak menuju Kupang, lalu melanjutkan perjalanan ke Jakarta untuk menghadiri Wisuda Magister Manajemen Universitas Bina Bangsa, Serang, Banten.
Acara wisuda dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, di Aula The Royal Krakatau Ballroom, Banten. Dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tercatat hanya dua wisudawan yang mengikuti prosesi tersebut, dan keduanya berasal dari Kabupaten Malaka.
Selain Yohanes Nahak Bria, wisudawan asal Malaka lainnya adalah Yasintha Hoar, S.Pd., M.M, guru PNS yang menjabat sebagai Kepala Sekolah SDK Wetulan, Kecamatan Malaka Barat.
Sementara itu, Yohanes Nahak Bria merupakan tenaga kesehatan yang bertugas sebagai Perawat di Puskesmas Alkani, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka. Pada 23 Oktober 2025, ia menerima SK PPPK dengan penempatan baru di Puskesmas Weliman, Kecamatan Weliman.
Selain dikenal sebagai tenaga medis berdedikasi, Yohanes juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Malaka periode 2015–2020, dan menjadi ketua perdana organisasi profesi tersebut di daerah itu.
Dalam wawancara singkat sebelum keberangkatannya ke Jakarta, Yohanes mengungkapkan rasa syukur atas dua pencapaian penting yang datang hampir bersamaan.
“Saya sangat bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang selalu mendukung. Menerima SK PPPK dan di saat yang sama mengikuti wisuda magister adalah momen bersejarah dalam hidup saya,” ungkapnya.
“Saya berharap bisa mengabdikan ilmu dan pengalaman ini untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Malaka,” tambahnya.
Dedikasi Yohanes dalam dunia kesehatan dan komitmennya menempuh pendidikan tinggi menjadi inspirasi bagi banyak tenaga kesehatan di NTT. Ia menegaskan, pendidikan dan pelayanan publik harus berjalan seimbang agar kualitas sumber daya manusia di daerah terus meningkat.
Editor : Boni Atolan

















