banner 728x250

Warga Bintan Menjerit Kekeringan, Desa Teluk Sasah “Gercep” Salurkan Air Bersih dari Sumur Kantor

Langkah Nyata Kades Suhairry Sembiring: "Pemerintah Desa Harus Bermanfaat Saat Rakyat Susah"

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Kemarau panjang yang melanda “Negeri Melayu” Kabupaten Bintan kini mencapai titik yang mengkhawatirkan. Sejak akhir Desember lalu, hujan seolah enggan menyapa tanah Bintan, menyisakan kondisi kering kerontang yang memaksa warga memutar otak demi mendapatkan setetes air bersih.

Kondisi memprihatinkan ini tergambar jelas dari keluh kesah Junice Juni Safitri, seorang warga yang mengungkapkan betapa sulitnya akses air saat ini. Melalui unggahan di akun pribadinya, pada Selasa 24 Maret 2025, dia menyebutkan bahwa sumber-sumber air yang biasanya melimpah kini telah berubah menjadi daratan yang rata.

banner 325x300

“Sumber air bersih susah didapat, kemarau panjang melanda Bintan tercinta. Air PAM mati, waduk kering, bahkan danau yang biasa diambil airnya pun ikut mengering,” tulisnya dengan nada penuh harap akan datangnya hujan.

Inisiatif Mandiri di Tengah Keterbatasan

Merespons jeritan warga tersebut, Pemerintah Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, tidak tinggal diam. Di bawah komando Kepala Desa Suhairry Sembiring, aksi nyata langsung digelar untuk meringankan beban masyarakat.

Kepala Desa Teluk Sasah, Suhairry Sembiring, menegaskan bahwa bantuan air bersih ini merupakan inisiatif murni dari jajarannya. Dia merasa kehadiran pemerintah desa harus dirasakan manfaatnya secara langsung, terutama dalam situasi darurat seperti sekarang.

“Kalau tidak disegerakan turun ke warga, rasanya kurang ada manfaatnya kami sebagai pemerintah desa,” ujar Suhairry saat dikonfirmasi, pada Rabu 25 Maret 2026.

Bantuan 22.500 Liter Per Hari

Aksi kemanusiaan ini sudah berjalan selama tiga hari. Dengan mengerahkan perangkat desa, mereka mendistribusikan sekitar 15 tandon air berkapasitas 1.500 liter per tandon. Total, tak kurang dari 22.500 liter air bersih dibagikan setiap harinya yang bersumber dari sumur kantor desa.

Warga mendapatkan jatah sekitar 5 ember per rumah tangga atau lebih, tergantung ketersediaan. Suhairry menambahkan, distribusi air gratis ini ditargetkan menyentuh seluruh warga di 5 RW yang ada di Desa Teluk Sasah.

Meski menggunakan anggaran bencana mendesak yang terbatas, antusiasme warga sangat luar biasa. Bantuan ini menjadi oase di tengah gersangnya daratan Bintan yang sudah berbulan-bulan tidak diguyur hujan lebat.

“Kami akan berjalan terus hingga distribusi di seluruh RW selesai. Ini adalah bentuk ikhtiar kami bersama rekan-rekan kantor desa untuk masyarakat,” pungkasnya.

Kini, warga Teluk Sasah hanya bisa berharap agar “jalur langit” melalui doa segera diijabah, sehingga hujan lebat kembali membasahi bumi Bintan dan mengisi kembali waduk-waduk yang telah mengering.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!