banner 728x250

Umutnana Menyambut: Harmoni Budaya, PKK, dan Spirit Pelayanan dalam Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT di Malaka

Laporan Boni Atolan - Wartawan 

banner 120x600
banner 468x60

Malaka, 5 Desember 2025 –

Desa Umutnana di Kecamatan Sasitamean berubah wajah sejak pagi. Dari tikungan pertama menuju desa, janur kelapa sudah menjuntai rapi di sepanjang jalan masuk. Anak-anak sekolah mengenakan pakaian tradisional, para tokoh adat berjajar sambil memegang simbol-simbol budaya, dan ibu-ibu PKK berdiri rapi menunggu kedatangan tamu penting. Suasana meriah ini menjadi penanda bahwa desa di selatan Kabupaten Malaka itu tengah menyambut seorang tamu kehormatan—Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny. Mindriyati Astiningsih Laka Lena bersama rombongan.

banner 325x300

Kunjungan ini bukan sekadar rangkaian seremoni akhir tahun. Bagi masyarakat Umutnana, ini adalah kesempatan untuk menunjukkan identitas budaya dan kekuatan komunal mereka. Bagi pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, kehadiran TP PKK menjadi bagian dari upaya membangun dan memperkuat pemberdayaan keluarga di akar rumput.

Ketua TP PKK Provinsi NTT hadir bersama rombongan, didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, Ny. Beatrix Bria Seran, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Malaka, serta Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, yang hadir sebagai Pembina PKK Kabupaten bersama para kepala perangkat daerah.

Penyambutan Adat: Kebanggaan yang Diperlihatkan Warga

Begitu rombongan tiba di Umutnana, suasana budaya langsung mengisi udara. Tua-tua adat yang dipimpin Sekda Malaka memimpin prosesi penyambutan, diikuti tokoh masyarakat dan Pastor Paroki Kotafoun, Romo Bala, yang memberikan penguatan spiritual dalam acara tersebut.

Para pelajar SD, SMP, dan SMA menampilkan tarian kreasi dengan tema budaya Malaka serta tarian penyuguhan sirih pinang—ritual sakral yang hanya diberikan kepada tamu penting. Semua gerakan berlangsung teratur, seakan seluruh desa telah terlatih menata momen spesial ini.

Bupati Malaka tak dapat menyembunyikan kekagumannya.
“Luar biasa persiapan hari ini. Jalan masuk penuh janur, seperti prosesi bulan Maria setiap Mei dan Oktober. Ini bentuk cinta masyarakat dalam menjaga tradisi,” ujarnya.

Pesan Pemerintah: Pelayanan Rakyat Bukan Kerja Sendiri

Dalam sambutannya, Bupati SBS memberikan refleksi yang lebih dalam mengenai arti sebuah kunjungan dari pejabat provinsi maupun pusat. Menurutnya, pelayanan rakyat adalah kerja kolektif pemerintah dari semua tingkatan.

“Kami ini mengurus orang Indonesia yang tinggal di Malaka. Ketika pejabat provinsi dan pusat berkunjung, itu membuktikan bahwa kami tidak bekerja sendirian. Ada dukungan dari provinsi, ada dukungan dari pusat,” tegasnya.

Ia kemudian mengungkap bahwa bahkan dalam perjalanan menuju Malaka, Ketua TP PKK Provinsi masih sempat mengikuti rapat Zoom karena sedang menyiapkan kunjungan Wakil Presiden bersama Ibu. Baginya, ini bukti bahwa pemerintahan bergerak di semua lini tanpa henti—baik di pusat maupun daerah.

Bupati juga kembali menegaskan kebiasaannya selalu melibatkan rohaniwan dalam setiap momen penting.
“Kita undang rohaniwan supaya kegiatan dikawal doa. Yang tidak sanggup kita lakukan secara manusia, kita serahkan kepada Tuhan,” katanya.

Dukungan Pemkab: Mobil dan Renovasi untuk Lembaga Keagamaan

Kunjungan ini juga menjadi ruang bagi Bupati SBS untuk memaparkan komitmen Pemkab Malaka dalam memperkuat layanan keagamaan. Sejak periode pertama (2016–2020), Pemkab telah menyalurkan 10 unit mobil bagi paroki dan lembaga keagamaan.

Pada 2025, dukungan kembali diberikan kepada Paroki Hanemasin, Paroki Lakulo, Paroki Biuduk Foho, Pater Deken Malaka, Ketua Klasis GMIT, dan Gereja Eben Haezer Betun. Tahun 2026, pemerintah akan menyalurkan bantuan serupa kepada Paroki Nurobo, Paroki Maria Fatima Betun, dan lembaga lain yang belum terakomodasi.

Bupati menegaskan bahwa dukungan kepada rumah ibadah adalah bagian dari strategi pelayanan publik.
“Gereja dan masjid adalah pilar pemerintah. Kita sama-sama urus umat dan rakyat. Kami bantu supaya ibadah berlangsung nyaman dan bermartabat,” jelasnya.

Kolaborasi Provinsi–Kabupaten: Malaka Jadi Penutup Agenda PKK 2025

Dalam pidatonya, Bupati juga mengutip pesan penting dari Ketua TP PKK Provinsi NTT. Kunjungan ke Malaka, katanya, adalah kunjungan penutup TP PKK Provinsi NTT untuk tahun 2025.

“Ibu Ketua TP PKK sampaikan bahwa tahun ini kegiatan berakhir di Malaka. Tahun depan, 2026, program dimulai lagi. Waktu berjalan cepat sejak pelantikan 20 Februari lalu,” tutur Bupati.

Pesan Ketua TP PKK juga menegaskan pentingnya koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota, terutama bagi daerah yang dalam Pilkada tidak mengalami sengketa, sehingga pemerintahan bisa langsung fokus pada pelayanan publik.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi antara PKK Provinsi dan PKK Kabupaten Malaka, termasuk memastikan program-program dasar—seperti kesehatan keluarga, pendidikan anak, dan ketahanan ekonomi rumah tangga—tetap berjalan optimum di desa-desa.

Ajakan Kolaborasi: Peran Tokoh Agama Diperkuat

Di hadapan para pemuka agama, Bupati SBS menyampaikan pesan introspektif. Ia meminta agar para pastor, pendeta, dan alim ulama tak hanya menegur pemerintah ketika terjadi kesalahan, tetapi juga memberikan dukungan moral dan doa.

“Kami butuh doa supaya dapat berkat dan kekuatan untuk mengurus rakyat dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat memiliki dua identitas:
– Di rumah ibadah disebut umat
– Di luar disebut rakyat

Karena itu, pemerintah dan lembaga agama harus berkolaborasi.
“Kita mengurus umat sekaligus rakyat. Keduanya tidak terpisahkan,” tegasnya.

Penutup: Umutnana Menjadi Panggung Kebersamaan

Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi NTT ke Desa Umutnana bukan sekadar seremoni akhir tahun. Ini adalah panggung kebersamaan, tempat pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, lembaga agama, tokoh adat, dan masyarakat bertemu dalam satu ruang budaya.

Dari janur kelapa yang dipasang warga, tarian pelajar yang sarat makna, hingga pesan-pesan strategis tentang kolaborasi pemerintah, Umutnana seolah menjadi simbol bahwa pembangunan tidak pernah berdiri sendiri. Ia dibangun oleh tangan-tangan yang bekerja bersama, dari pusat hingga desa.

Dan di penghujung 2025, Malaka menutup rangkaian kunjungan PKK Provinsi dengan sebuah pernyataan kuat:
pemerintah, masyarakat, budaya, dan iman berjalan seiring untuk membangun rumah besar bernama Malaka. **

 

banner 325x300
error: Content is protected !!