Laporan : Boni Atolan
ATAMBUA –
Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Belu menjadi momentum penting bagi kebangkitan partai berlambang pohon beringin di wilayah perbatasan RI–Timor Leste.
Dalam forum yang berlangsung di Aula Hotel Timor Atambua, Rabu (24/6/2026), kader senior Golkar yang juga Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD NTT sekaligus Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Agustinus Nahak, resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Belu periode 2026–2031.
Terpilih tanpa perlawanan melalui mekanisme aklamasi menjadi sinyal kuat bahwa kader Golkar Belu menginginkan kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan partai sekaligus mengembalikan kejayaan Golkar di daerah perbatasan.
Tak ingin berlama-lama menikmati euforia kemenangan, Agus Nahak langsung mengirimkan pesan tegas kepada seluruh kader.
Ia menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya berpuas diri, melainkan saatnya bekerja keras membenahi dan memperkuat organisasi hingga ke lapisan paling bawah.
“Kita harus bergerak cepat. Penataan dan penguatan struktur partai menjadi prioritas utama. Dari tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan hingga desa harus segera kita rapikan dan perkuat,” tegas Agus Nahak.
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat akar rumput itu bahkan menargetkan pembentukan struktur partai yang lebih masif hingga tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Menurutnya, kemenangan politik tidak lahir secara instan menjelang pemilu, tetapi dibangun melalui kerja organisasi yang kuat, solid, dan berkelanjutan.
Dalam waktu dekat, Agus Nahak berencana turun langsung ke seluruh wilayah Kabupaten Belu untuk melantik dan mengukuhkan kepengurusan baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari konsolidasi total yang akan dilakukan untuk memastikan mesin partai bekerja secara efektif hingga ke pelosok desa.
“Kita akan hadir langsung di tengah masyarakat. Pengurus harus terbentuk sampai desa dan kelurahan, bahkan bila perlu sampai tingkat TPS. Golkar harus memiliki kekuatan yang nyata di akar rumput,” ujarnya penuh optimisme.
Namun bagi Agus Nahak, kekuatan partai tidak hanya diukur dari struktur organisasi. Golkar Belu, katanya, harus menjadi partai yang hadir menjawab kebutuhan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Karena itu, kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat peran sosial partai sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat Belu.
Program-program sosial akan terus digalakkan agar kehadiran Golkar dapat dirasakan secara langsung oleh warga.
Di sisi lain, Agus Nahak juga menaruh perhatian besar terhadap generasi muda dan kaum perempuan.
Kedua kelompok tersebut dinilainya sebagai kekuatan strategis yang harus diberikan ruang lebih luas dalam proses pembangunan partai.
“Anak muda dan perempuan akan menjadi bagian penting dalam setiap program dan gerakan partai. Mereka harus diberi kesempatan untuk tampil, berkembang, dan mengambil peran dalam membesarkan Golkar,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Agus Nahak mengajak seluruh kader untuk meninggalkan seluruh perbedaan yang muncul selama proses Musda.
Menurutnya, kompetisi telah selesai dan kini saatnya seluruh kader bersatu menghadapi agenda politik yang lebih besar, terutama Pemilu 2029.
Ia menegaskan bahwa soliditas merupakan kunci utama bagi Golkar untuk kembali tampil sebagai kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Belu.
“Musda sudah selesai. Tidak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ada hanya satu tujuan bersama, membesarkan Partai Golkar dan memenangkan hati rakyat. Golkar Solid, Indonesia Maju. Bersama Golkar Ayo Bangun NTT, Ayo Bangun Belu,” tegasnya disambut aplaus peserta Musda.
Pada kesempatan tersebut, Agus Nahak juga menyampaikan penghargaan dan apresiasi kepada Ketua DPD II Partai Golkar Belu demisioner, Yohanes J. Nahak, yang dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam membangun dan membesarkan Partai Golkar di Kabupaten Belu selama masa kepemimpinannya.
Dengan nahkoda baru di tangan Agus Nahak, Golkar Belu kini memasuki babak baru.
Konsolidasi organisasi, penguatan kader hingga akar rumput, pemberdayaan generasi muda dan perempuan, serta penguatan kerja sosial menjadi fondasi yang disiapkan untuk menghadapi pertarungan politik masa depan.
“Pesan Agus Nahak jelas: Golkar Belu tidak boleh sekadar eksis sebagai partai politik, tetapi harus menjadi kekuatan rakyat yang hidup hingga ke desa-desa. Karena bagi Agus, kemenangan 2029 tidak dibangun menjelang hari pemungutan suara, melainkan dimulai dari kerja nyata yang dilakukan hari ini.”, tutupnya.**

















