MALAKA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka mencatat realisasi program pengolahan lahan kering gratis telah mencapai 60,5% dari total target yang ditetapkan. Capaian ini didorong oleh kinerja luar biasa dari empat kecamatan yang berhasil melampaui 100% target masing-masing.
Hingga awal November 2025, dari total sasaran seluas 3.000 hektar, seluas 1.814,91 hektar lahan kering di dua belas kecamatan telah berhasil diolah menggunakan traktor TR-4 milik dinas.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, Laurensius Bere, ketika dikonfirmasi pada Selasa (4/11/2025) menyatakan kepuasannya atas progres program ini.
“Kita patut apresiasi kinerja tim di lapangan dan partisipasi aktif para petani. Capaian di atas 60% ini merupakan fondasi yang kuat untuk memastikan percepatan musim tanam mendatang,” ujar Laurensius.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memacu kecamatan yang belum mencapai 50% agar bisa mengejar ketertinggalan. “Kita akan optimalisasi lagi distribusi alat mesin pertanian (alsintan) TR-4 untuk mendukung daerah yang masih lambat,” tegasnya.
Empat Kecamatan Penyumbang Terbaik
Berdasarkan rekapan data dinas, empat kecamatan yang berhasil melampaui target secara signifikan adalah:
1. Sasita Mean (177,14%), mengolah 88,37 hektar dari target 50 hektar.
2. Botin Leobele (134,60%), mengolah 53,84 hektar dari target 40 hektar.
3. Malaka Timur (128,58%), mengolah 64,29 hektar dari target 50 hektar.
4. Kobalima Timur (121,35%), mengolah 24,27 hektar dari target 20 hektar.
Di sisi lain, kontributor terbesar dalam hal luas lahan yang diolah adalah Kecamatan Weliman (371,01 hektar) dan Malaka Barat (336,79 hektar).
Kecamatan yang Perlu Perhatian Khusus
Meski secara keseluruhan capaian menggembirakan, beberapa kecamatan masih mencatat realisasi di bawah 50%. Kecamatan Kobalima mencatat realisasi terendah, yaitu 38,91% (194,56 hektar dari 500 hektar), disusul oleh Kecamatan Rinhat sebesar 44,36% (44,36 hektar dari 100 hektar).
Program pengolahan lahan kering gratis ini merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Malaka untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) dan ketahanan pangan di daerah. Dengan pengolahan tanah yang lebih cepat dan efisien, diharapkan para petani dapat segera melakukan penanaman pada awal musim hujan.
Editor. : Boni Atolan

















