Kupang – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini membawa tantangan serius bagi ketahanan keluarga, sosial, dan generasi muda di NTT.
Ancaman tersebut bahkan berpotensi masuk hingga ke ruang privat keluarga melalui penggunaan gawai.
Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) yang berlangsung di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Sabtu (31/1/2026) malam.
“Tantangan terbesar justru ada di genggaman tangan kita. Melalui gawai, anak-anak dapat terpapar konten berbahaya, bahkan direkrut ke dalam paham ekstremisme tanpa disadari orang tua,” tegas Gubernur Melki.
Ia mengungkapkan, data terbaru menunjukkan adanya anak-anak di NTT yang telah terpapar paham terorisme lintas agama. Kondisi ini, menurutnya, menjadi alarm keras bagi seluruh elemen masyarakat.
“Dunia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dan terakhir, didukung oleh sekolah serta komunitas sosial. Kewaspadaan bersama adalah keharusan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang. Ia menegaskan bahwa meskipun Manggarai Raya secara administratif telah terbagi menjadi tiga kabupaten, ikatan budaya dan persaudaraan tetap satu sebagai keluarga besar.
“Manggarai Raya adalah satu hikayat keluarga. Ikatan ini harus terus dijaga dan dirawat,” katanya.
Selain isu sosial dan budaya, Gubernur Melki menyoroti tantangan kemiskinan ekstrem dan pendidikan di NTT. Ia menilai demokrasi politik berkembang relatif cepat, namun belum sepenuhnya diimbangi oleh demokrasi ekonomi.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.
Gubernur Melki menilai IKMR memiliki sumber daya manusia yang kuat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Salah satu potensi besar, kata dia, adalah kopi Manggarai yang memiliki nilai tambah tinggi jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
“UMKM di NTT kini didukung akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah, pendampingan, dan akses pasar. Saya mengajak seluruh komunitas Manggarai Raya untuk masuk aktif dalam rantai produksi dan distribusi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, IKMR harus terus berperan sebagai perekat sosial sekaligus kekuatan pembangunan, tidak hanya bagi Manggarai Raya tetapi juga bagi NTT secara keseluruhan.
“IKMR harus menjadi matahari bagi masyarakat Manggarai, serta menjadi bulan dan bintang bagi NTT,” pungkas Gubernur Melki Laka Lena.
Editor : Boni Atolan

















