banner 728x250

SELEKSI TERBUKA EKSELON IIB DIBUKA, BUPATI SBS TEGASKAN TOLERANSI NOL TERHADAP KERJA ASAL-ASALAN

Integritas, Kualitas Kerja, dan Manfaat untuk Publik Jadi DNA Calon Pimpinan di Malaka

banner 120x600
banner 468x60

Bupati Malaka,Stefanus Bria Seran, menetapkan standar tinggi bagi para calon pimpinan daerah. Prinsip kerja berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada manfaat publik menjadi syarat mutlak, menandai babak baru transformasi birokrasi di kabupaten Malaka.

BETUN, 11 Desember 2025–

banner 325x300

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka secara resmi menggelar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT Pratama/Eselon IIb) dari tanggal 11 hingga 16 Desember 2025 di Betun. Dalam pembukaan yang dihadiri sejumlah calon peserta dan panitia, Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, tidak hanya membuka acara tetapi secara tegas menyampaikan filosofi dasar kepemimpinan yang akan menjadi kompas penilaian utama.

Menurut Bupati yang akrab disapa SBS ini, seleksi kali ini bukan sekadar ritual pengisian jabatan kosong. “Ini adalah proses kurasi untuk menemukan pemimpin yang memiliki mentalitas melayani dan bertanggung jawab. Kerja asal-asalan dan tidak bertanggung jawab tidak akan kami toleransi,” tegasnya di hadapan para hadirin. Pernyataan ini menjadi penanda bahwa Pemkab Malaka serius melakukan transformasi birokrasi dari hulu, dimulai dari pemilihan pemimpin yang berkualitas.

Bupati kemudian merumuskan tiga pilar kerja yang harus dipegang teguh setiap calon pimpinan: kerja sesuai aturan, kerja berkualitas, dan kerja bermanfaat untuk orang banyak. Beliau memberikan penjelasan konkrit untuk menghindari misinterpretasi. “Filosofi ini harus menjadi DNA setiap pejabat. Misalnya, ketika membangun jalan, yang diutamakan bukan sekadar fisik jalan selesai. Tetapi, apakah jalan itu benar-benar bermanfaat? Hitung dampak ekonominya bagi masyarakat, kaji kelayakan teknisnya, dan pastikan pembangunannya tepat sasaran. Jangan asal bangun,” paparnya dengan detail.

Lebih jauh, Bupati menjelaskan bahwa orientasi akhir dari pekerjaan seorang pemimpin adalah menciptakan kebanggaan dan kepercayaan. “Prinsipnya sederhana tetapi mendasar: bekerjalah sehingga atasan Anda mengagumi hasil pekerjaan Anda, bukan memarahi karena pekerjaan itu bermasalah atau tidak memberi manfaat,” ujarnya. Untuk mencapai standar tersebut, dua sikap dasar yang tidak bisa ditawar adalah ketertiban dan rasa tanggung jawab penuh dalam setiap pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan.

Penekanan pada kualitas dan manfaat kerja ini, menurut Bupati , adalah fondasi untuk membangun pemerintahan yang efektif dan berorientasi pada hasil. “Seorang kepala atau pemimpin harus menampilkan yang terbaik melalui bidang tugasnya. Itu konsekuensi logis dari jabatan yang diemban,” tambahnya.

Dengan filosofi yang dikemukakan Bupati , proses seleksi selama enam hari ke depan diharapkan dapat menjadi saringan yang ketat untuk menjaring individu yang tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi terutama yang memiliki karakter, integritas, dan komitmen nyata untuk membawa Malaka ke arah pembangunan yang lebih berkualitas dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!