Ende – Pagi itu, suasana Bandara H. Hasan Aroeboesman, Ende, tampak lebih hidup dari biasanya. Para pengunjung baru saja turun dari pesawat, deretan driver rental dan ojek online hilir mudik menjemput penumpang. Namun keramaian mendadak terpusat pada satu figur yang baru melangkah keluar dari pintu kedatangan: Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, atau yang akrab disapa SBS.

Tanpa komando, sejumlah warga langsung menghampiri. Ada yang menyalami, ada yang sekadar mengangguk hormat, tak sedikit yang meminta foto bersama. Pemandangan seperti itu, menurut petugas keamanan bandara, selalu terjadi setiap kali SBS datang ke Ende, terutama saat hajatan sepak bola El Tari Memorial Cup (ETMC) berlangsung.
“Banyak pejabat datang lewat bandara ini, tetapi sambutan seperti yang diberikan kepada Bupati SBS hampir tidak pernah kami lihat. Warga seperti tertarik sendiri, spontan ingin menyalami dan berfoto,” ujar seorang petugas keamanan Bandara Ende, Senin (1/12/2025).
Fenomena spontan itu bukan sekadar keramaian musiman. Di Ende, nama SBS sudah lebih dulu dikenal luas sebagai figur kepala daerah yang dekat dengan sepak bola. Kecintaannya pada olahraga ini bukan sekadar muncul saat kompetisi besar tiba, melainkan telah menjadi karakter kepemimpinannya sejak memimpin Kabupaten Malaka.
“Bupati Bola” di Mata Warga Ende
Aleks , salah satu penggemar PS Malaka di Ende, dengan antusias menceritakan betapa banyaknya warga Kota Ende yang mengidolakan SBS.
( Photo : Aleks, Warga Ende)
“Penggemar SBS di Ende banyak sekali. Di sini banyak pecinta bola, dan semua tahu SBS itu bupati terkeren di NTT. Beliau sayang anak-anak bola, hadir memberi motivasi, tidak hanya bicara tetapi benar-benar turun langsung,” ujarnya.
Menurut Aleks, SBS selalu hadir di tribun saat PS Malaka bertanding di ETMC. Tidak berhenti sebagai penonton, SBS kerap turun ke lapangan saat waktu istirahat, memberikan motivasi, bahkan masuk ke ruang ganti untuk membakar semangat para pemain.
“Baru kali ini kami lihat kepala daerah yang setiap pertandingan hadir, duduk bersama masyarakat, menyemangati anak-anak. Itu membuat kami bangga,” tambahnya.
Karena komitmennya itulah SBS dijuluki warga sebagai “Bupati ETMC”, sebuah penghargaan sosial bagi figur yang konsisten menghidupkan semangat sepak bola daerah.
Dipuji Sebagai “Bupati Soeratin”
Konsistensi SBS tak hanya di ETMC. Di Kupang, ia bahkan mendapat julukan dari Gubernur NTT, Melki Laka Lena, sebagai “Bupati Soeratin”. Julukan itu lahir karena keberadaan SBS yang hampir selalu tampak di Stadion Oepoi Kupang saat PS Malaka kelompok usia 13, 15, dan 17 tahun berlaga dalam turnamen Soeratin Cup 2025.
Ia hadir bukan hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi sebagai ayah bagi talenta-talenta muda Malaka. Ia menyaksikan, mendukung, dan memastikan para pemain mendapatkan motivasi langsung dari pemimpin daerah mereka.
Membangun Sepak Bola dari Akar Rumput
Di balik kehadirannya yang tak pernah absen di turnamen-turnamen penting, tersimpan alasan utama: komitmen SBS membangun sepak bola dari akar rumput. Ia percaya masa depan sepak bola Malaka—bahkan NTT—harus dimulai dari pemberdayaan anak-anak asli daerah.
Di bawah kepemimpinannya, Malaka menjadi salah satu kabupaten di NTT yang paling serius membina bakat lokal:
mendorong pembentukan akademi sepak bola usia dini,
memfasilitasi latihan dan kompetisi berjenjang,
memastikan dukungan logistik dan psikologis bagi atlet muda,
menghadirkan pelatih dan tenaga pendamping yang kompeten,
serta menciptakan iklim kompetitif yang sehat melalui turnamen internal.
SBS meyakini bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi alat pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kebanggaan daerah.
Magnet Sosial yang Terbentuk dari Konsistensi
Karena kedekatannya dengan olahraga rakyat ini, SBS bukan hanya dikenal sebagai Bupati Malaka, tetapi juga sebagai figur yang dekat dengan masyarakat lintas kabupaten. Ketenarannya tidak lahir dari strategi pencitraan, melainkan dari kehadiran langsungnya di tengah masyarakat dan komitmennya membangun masa depan generasi muda melalui sepak bola.
Maka tak mengherankan, setiap kali ia menjejakkan kaki di Ende —warga selalu menyambutnya dengan hangat. SBS telah menjadi magnet sosial, sosok pemimpin yang tidak hanya memerintah dari kantor, tetapi hadir bersama masyarakat di tribun lapangan.
SBS: Figur Pemimpin, Pelayan, dan Penggerak Sepak Bola NTT
Dalam dunia kepemimpinan lokal, tidak banyak kepala daerah yang dikenal luas karena kecintaannya pada sepak bola. SBS adalah pengecualian. Ia hadir, bekerja, dan memberi contoh bahwa olahraga dapat menjadi sarana membangun karakter, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan kebanggaan daerah.
Di mata masyarakat Ende, Kupang, dan Malaka, SBS bukan sekadar seorang bupati. Ia adalah:
Bupati Bola,
Bupati ETMC,
Bupati Soeratin,
sekaligus penggerak talenta lokal yang percaya bahwa anak-anak Malaka mampu bersinar di kancah NTT dan nasional.
SBS telah menjadikan sepak bola bukan hanya olahraga, tetapi warisan kepemimpinan.****

















