banner 728x250

Saat Air Kembali Mengalir, Harapan Petani Inelika Pun Tumbuh Lagi

banner 120x600
banner 468x60

( Photo : Mahasiswa KKN Univ Muhammadyah Kupang di Ngada ) 

 

banner 325x300

Inelika, Ngada —

Air adalah kehidupan bagi petani. Ketika alirannya terhenti, bukan hanya sawah yang mengering, tetapi juga harapan akan panen yang baik. Itulah yang sempat dirasakan masyarakat Desa Inelika, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, saat talang air yang menjadi jalur utama irigasi menuju persawahan mengalami kerusakan.

Di tengah persoalan itu, secercah harapan hadir melalui semangat gotong royong. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) bersama masyarakat turun langsung memperbaiki talang air yang selama ini menjadi urat nadi pertanian desa.

Sejak pagi, suasana di lokasi dipenuhi aktivitas. Warga membawa peralatan seadanya, sementara mahasiswa ikut mengangkat batu, membersihkan saluran, dan menyusun kembali bagian talang yang rusak. Tak ada perbedaan status antara mahasiswa dan warga. Semua larut dalam semangat yang sama: mengembalikan air agar kembali menghidupi sawah.

Pemandangan itu menjadi potret nyata bahwa budaya gotong royong masih hidup di pedesaan. Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Inelika tetap memegang teguh nilai kebersamaan sebagai kekuatan untuk menyelesaikan persoalan bersama.

Koordinator KKN Desa Inelika, Paulina Uge, mengatakan restorasi talang air merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan mahasiswa di desa tidak hanya untuk melaksanakan program akademik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa akan lebih bermakna ketika masyarakat dan mahasiswa berjalan bersama. Restorasi talang air bukan sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga,” ujar Paulina.

Bagi masyarakat Inelika, talang air memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik. Saluran tersebut menjadi penopang utama sistem irigasi yang mengairi lahan persawahan.

Lancarnya distribusi air menentukan keberhasilan musim tanam, menjaga produktivitas pertanian, sekaligus menopang ekonomi keluarga petani.

Karena itu, perbaikan talang air bukan hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga menghadirkan kembali optimisme masyarakat untuk menyongsong musim tanam berikutnya. Air yang kembali mengalir membawa keyakinan bahwa kerja keras para petani tidak akan sia-sia.

Bagi mahasiswa KKN UMK, kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mereka tidak hanya mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar memahami denyut kehidupan masyarakat, pentingnya solidaritas, dan nilai pengabdian yang menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Di sisi lain, masyarakat memperoleh pengalaman bahwa kolaborasi dengan kalangan akademisi mampu melahirkan solusi yang sederhana namun berdampak nyata.

Restorasi talang air menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak selalu bergantung pada proyek besar, melainkan dapat dimulai dari kepedulian, kebersamaan, dan kemauan untuk bekerja bersama.

Di Desa Inelika, air kini kembali mengalir menuju hamparan sawah. Bersamanya mengalir pula harapan para petani, semangat para mahasiswa, dan keyakinan bahwa masa depan desa akan semakin kuat ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan budaya gotong royong.

Restorasi talang air ini mungkin hanya satu kegiatan kecil dalam rangkaian program KKN. Namun, bagi masyarakat Inelika, dampaknya jauh lebih besar. Ia menjadi simbol bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menghadirkan manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

Karena sejatinya, pembangunan yang paling bermakna bukan hanya yang menghasilkan bangunan, tetapi yang mampu menumbuhkan kebersamaan, memperkuat kepedulian, dan menjaga harapan masyarakat untuk terus mengalir, sebagaimana air yang kembali menghidupi persawahan Desa Inelika.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!