MALAKA — Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun bersama Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK UGM) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Sister Hospital sebagai upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka, Senin, 24 November 2025.
Program Sister Hospital merupakan tindak lanjut kerja sama yang ditandatangani antara Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), dan Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag, pada 19 September 2025. Kerja sama tersebut memperkuat kolaborasi layanan kesehatan antara RSUPP Betun dan RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.
Pelaksanaan Monev dipandu langsung oleh Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, dan menghadirkan unsur pemerintah daerah, antara lain Sekretaris Daerah Malaka, Inspektorat, Kepala BPKPD, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Bapperinda, Kepala Dinas Kesehatan, serta Tim Pendamping Kesehatan.
Dewan Pengawas RSUPP Betun juga turut hadir, yakni drg. Paskalia F. Fahik, SKG., MKM; dr. Xaverius Seikka; Aloysius Werang (Kepala Badan Keuangan); dan Agustinus Bebok (Pendamping percepatan bidang kesehatan Kabupaten Malaka).
Dari PKMK UGM, hadir tim pendamping yang terdiri dari Ny. Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, SKM., M.Kes.; Elizabeth Listyani, SE., MM; Sisilia Widiyati, ST; dan Henri Kurniawan Prakoso, M.Sc. Pendampingan ini dikoordinasikan oleh Ny. Ni Luh Putu Eka Putri Andayani.
Program Sister Hospital dijalankan berdasarkan hasil kajian UGM yang merekomendasikan RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo sebagai mitra terbaik bagi RSUPP Betun untuk meningkatkan kualitas layanan dan manajemen rumah sakit. Program ini membuka ruang pertukaran ilmu, pengalaman, serta inovasi antara kedua rumah sakit di berbagai bidang kesehatan.
Melalui kolaborasi tersebut, RSUPP Betun terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah perbatasan.***
Editor : Boni Atolan

















