TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Sore di Tanjung Unggat mendadak riuh. Ratusan pasang mata tertuju pada sosok pria berkemeja biru dongker. Dia datang tidak dengan tangan hampa, melainkan membawa telinga untuk mendengar.
Dia adalah Rizki Faisal. Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar. Di sela kesibukannya di Senayan, dia memilih pulang ke basisnya di Ibu Kota Kepulauan Riau, pada Minggu sore 3 Mei 2026.
Rizki tidak sendirian. Dia memboyong “pasukan” lengkap: Teddy Jun Askara (DPRD Kepri) dan Dasril (DPRD Kota Tanjungpinang). Sebuah kolaborasi tiga level legislatif untuk mengepung persoalan warga dari pusat hingga daerah.
Jejak Aktivis di Jalur Politik
Bagi warga Kepri, Rizki bukan orang asing. Sebelum duduk di Komisi III DPR RI per 1 Oktober 2024 lalu, dia adalah “singa” di DPRD Kepri selama tiga periode. Rekam jejaknya sebagai mantan aktivis 98 masih terasa: bicaranya taktis, namun hatinya tetap pada rakyat.
“Reses ini bukan sekadar seremonial. Ini tanggung jawab moral. Saya di sini untuk menampung apa yang menjadi ganjalan di hati bapak dan ibu,” ujar Rizki yang juga menjabat Ketua IMI Kepri ini.
Dua Agenda Utama: Rumah dan Sekolah
Di hadapan warga, Rizki membawa kabar konkret. Ada dua hal yang menjadi prioritasnya bersama Teddy dan Dasril: Bedah Rumah dan Beasiswa Pendidikan.
Dia paham betul, di tengah himpitan ekonomi, rumah yang layak dan sekolah anak adalah harga mati. Komisi III yang dia huni memang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan, namun bagi Rizki, membela hak rakyat untuk hidup layak adalah bagian dari perjuangan HAM yang paling nyata.
Pertemuan itu berakhir hangat. Tidak ada sekat. Rizki menyalami warga satu per satu, menebar senyum, lalu menyerahkan paket sembako sebagai tali asih. Foto bersama menjadi penutup, namun janji program bedah rumah menjadi harapan baru yang dibawa pulang oleh warga Tanjung Unggat.
Editor: Budi Adriansyah

















