banner 728x250

Rem Blong Hantam Mahasiswi, Pemilik Mobil Bungkam

Tiga Hari Pasca Kecelakaan di Batu Delapan Bawah, Keluarga Korban Kecewa Pemilik Mobil Box Hanya Utus Karyawan

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Tragedi memilukan yang menimpa seorang mahasiswi di kawasan Batu Delapan Bawah, Kota Tanjungpinang, pada Jumat 10 April 2026, menyisakan luka mendalam dan kekecewaan bagi pihak keluarga. Hingga hari ketiga pasca-kecelakaan beruntun tersebut, itikad baik dari pemilik mobil box berinisial ‘A’ dinilai masih nihil.

Peristiwa yang terjadi belum lama ini bermula ketika sebuah mobil box pengangkut sembako melaju di ruas jalan tersebut. Diduga kuat, kendaraan mengalami kegagalan fungsi pengereman atau rem blong. Tanpa kendali, mobil besar itu menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh Novita Carorina Barus, seorang mahasiswi STAI Ceruk Ijuk, Kabupaten Bintan.

banner 325x300

Tak berhenti di situ, laju mobil box baru terhenti setelah menabrak sebuah mobil pick up yang berada di lokasi kejadian, tepatnya tak jauh dari Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib.

Keluarga Korban Menolak Perwakilan

Kondisi Novita saat ini masih memprihatinkan. Dia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka-luka yang dideritanya. Namun, di tengah perjuangan korban untuk pulih, sikap pemilik mobil box justru memicu polemik.

Meski sama-sama berdomisili di Tanjungpinang, pemilik mobil box belum menampakkan batang hidungnya untuk menjenguk atau sekadar menunjukkan rasa empati secara langsung kepada keluarga korban.

“Sampai saat ini seolah tidak ada itikad baik dari pemilik mobil. Kami berharap beliau datang sendiri, bukan mengirim orang lain,” ujar salah satu kerabat korban dengan nada bicara yang tak bisa menyembunyikan rasa kecewa.

Pihak keluarga menegaskan bahwa mereka menolak keras langkah pemilik mobil yang hanya mengutus seorang karyawan untuk mengurus persoalan ini. Bagi mereka, tanggung jawab moral atas musibah ini tidak bisa diwakilkan oleh siapapun.

Jadi Sorotan Publik

Kelalaian yang berujung petaka ini kini menjadi sorotan warga sekitar. Publik menyayangkan minimnya empati dari pihak pemilik kendaraan, mengingat korban adalah seorang mahasiswi yang masa depannya kini terganggu akibat insiden tersebut.

Keluarga korban kini hanya bisa menunggu kebesaran hati sang pemilik mobil untuk datang langsung dan bertanggung jawab secara moril maupun materiel. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pemilik kendaraan angkutan untuk selalu memastikan kelaikan armada mereka demi nyawa pengguna jalan lainnya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!