Kupang –
Emanuel Melki Laka Lena bersama Johni Asadoma merefleksikan satu tahun kepemimpinan mereka sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menegaskan bahwa periode awal pemerintahan difokuskan pada masa adaptasi sekaligus peletakan fondasi pembangunan yang kini mulai terarah dan terukur.
Hal tersebut disampaikan dalam acara Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Melki–Johni yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (20/2) malam.
Gubernur Melki menyatakan, setelah satu tahun membangun konsolidasi dan saling mengenal pola kerja, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diminta meningkatkan kecepatan eksekusi program.
“Setelah setahun berjalan bersama, saya meminta seluruh OPD untuk bergerak lebih cepat atau ‘berlari’ dalam mengeksekusi program. Setiap pimpinan OPD wajib memetakan target hingga level teknis di lapangan pada semua sektor,” tegasnya.
Ia menambahkan, capaian pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan yang telah diraih harus diikuti dengan percepatan penanganan stunting secara terukur dan berbasis data.
Menurutnya, penanganan stunting perlu dilakukan melalui pendekatan By Name By Address (BNBA) hingga tingkat posyandu dan desa prioritas.
Intervensi langsung, kata dia, harus difokuskan pada wilayah dengan angka stunting tertinggi berdasarkan pemetaan yang akurat, dengan penguatan koordinasi lintas sektor di bawah pengawasan Dinas Kesehatan.
Selain itu, Gubernur Melki menekankan pentingnya optimalisasi komunikasi publik di setiap OPD. Ia meminta agar masing-masing OPD memiliki tim komunikasi yang aktif menyampaikan capaian pembangunan kepada masyarakat guna menjaga kepercayaan publik.
“Harus ada narasi positif yang membangun dan konstruktif. ASN jangan terpengaruh komentar negatif di media sosial yang bersifat merusak. Kita harus saling mendukung dan membangun informasi positif,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Johni Asadoma menilai satu tahun kepemimpinan Melki–Johni telah berada pada jalur yang tepat untuk melanjutkan agenda pembangunan lima tahun ke depan.
Ia mencatat dua indikator utama sebagai capaian positif, yakni pertumbuhan ekonomi yang meningkat hampir dua persen dan penurunan angka kemiskinan sekitar 1,5 persen dalam setahun terakhir.
“Ini merupakan awal perjalanan kita dan kita sudah berada di jalur yang tepat. Capaian ini adalah hasil kerja keras OPD dan seluruh ASN,” kata Johni.
Ke depan, pihaknya menargetkan penurunan angka kemiskinan secara konsisten minimal 1 hingga 1,7 persen setiap tahun guna menghasilkan perubahan signifikan dalam lima tahun masa kepemimpinan.
Wagub Johni juga kembali menggaungkan slogan “Gaspol” sebagai semangat untuk menjaga ritme kerja dan tidak mengendurkan kinerja birokrasi.
“ASN bekerja bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi menyelesaikan masalah secara tuntas dan inovatif sebagai bentuk pengabdian. Teguran pimpinan harus dimaknai sebagai motivasi untuk memperbaiki kinerja,” tegasnya.
Dengan refleksi satu tahun ini, Melki–Johni menegaskan komitmen mempercepat pembangunan NTT melalui tata kelola yang terukur, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Editor : Boni Atolan

















