TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Sejarah tidak pernah tercipta dari ruang kosong. Bagi rakyat Kepulauan Riau, tanggal 15 Mei bukan sekadar angka di kalender, melainkan simbol perlawanan dan harga diri yang dikenal sebagai Hari Marwah.
Syahzinan, seorang pelaku sejarah dan Tokoh BP3KR Jakarta, merefleksikan kembali perjalanan panjang 24 tahun (15 Mei 2002-15 Mei 2026) ini sebagai pengingat bagi generasi mendatang. Dia menegaskan bahwa lahirnya Provinsi Kepulauan Riau adalah amanah dari ikrar bersama dalam Musyawarah Rakyat Kepri pertama di Hotel Royal Palace, 15 Mei 1999.
5 Tonggak Sejarah Perjuangan
Menurut Syahzinan, setidaknya ada lima fase krusial dalam pembentukan Provinsi Kepri yang tidak boleh dilupakan:
1. Mubes Rakyat Kepulauan Riau I (15 Mei 1999): Titik embrio lahirnya gagasan provinsi baru.
2. Penolakan Politik: Menghadapi tantangan dari pemerintah induk saat itu (Riau Daratan).
3. Hari Marwah (15 Mei 2002): Puncak pergolakan moral rakyat.
4. Aksi Gerakan Moral Jakarta (Januari 2002): Ribuan warga Kepri mendatangi Ibu Kota demi menuntut keadilan.
5. Sidang Paripurna DPR RI (24 September 2002): Pengesahan resmi UU Pembentukan Provinsi Kepri.
Antara Hukum dan Ketidakadilan
Syahzinan membedah peristiwa Hari Marwah dari dua perspektif. Secara hukum, terjadi berkali-kali penundaan pengesahan undang-undang akibat intervensi politik yang ingin menggagalkan pembentukan provinsi ini.
Secara historis, ada perbedaan mendasar dalam visi pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Ketidakadilan dan ketimpangan pembangunan menjadi pemicu utama mengapa Kepulauan Riau harus berdiri sendiri,” tegasnya, pada Kamis 14 Mei 2026.
Memaknai Marwah di Tahun 2026
Mengangkat tema “Kembalikan Marwah Negeri Kami”, peringatan ke-24 tahun ini menjadi refleksi sakral. Peristiwa 15 Mei 2002 silam adalah reaksi spontan saat rakyat merasa harga dirinya diperolok oleh proses birokrasi yang berbelit di pusat.
Sebagai penutup, Syahzinan memberikan pesan kuat bagi generasi muda:
“Ingat, sejarah tidak pernah berbohong. Yang mungkin berbohong adalah para pelaku dan saksinya. Jadilah pejuang sejarah, karena Provinsi Kepri lahir dari keringat, air mata, dan nyawa.”
Selamat memperingati 24 Tahun Hari Marwah Rakyat Kepulauan Riau. Bangkitlah, Majulah, dan Jayalah!
Editor: Budi Adriansyah

















