banner 728x250

Puteri Kaligis Kembali Nahkodai LVRI Batam: Di Antara Tongkat, Kursi Roda, dan Semangat yang Tak Pernah Pudar

Langkah Tertatih, Semangat Membara: Muscab LVRI Batam Teguhkan Kepemimpinan Puteri Kaligis

banner 120x600
banner 468x60

Batam —

Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan para veteran di Kota Batam.

banner 325x300

Di balik langkah yang tak lagi tegap, sebagian bertumpu pada tongkat bahkan kursi roda, namun semangat mereka tetap menyala.

Momentum Halal Bihalal yang dirangkai dengan Musyawarah Cabang (Muscab) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kota Batam bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang temu kenangan, harapan, dan arah masa depan organisasi.

Kegiatan yang berlangsung di Golden View Hotel, Bengkong ini dihadiri berbagai unsur penting: pengurus LVRI Provinsi Kepulauan Riau, PIVERI, perwakilan Pemerintah Kota Batam melalui Kepala Kesbangpol Riama Manurung, unsur TNI, hingga keluarga besar veteran yang setia mendampingi para sesepuh.


Kehadiran anak dan cucu yang menggandeng para veteran menjadi pemandangan yang menyentuh—sebuah simbol bahwa perjuangan tak berhenti pada satu generasi.

Di tengah suasana itu, satu keputusan penting lahir. Ny. G.A. Puteri Kaligis kembali dipercaya menakhodai LVRI Kota Batam untuk periode 2026–2031.

Ini menjadi kali keempat ia memimpin organisasi tersebut—sebuah kepercayaan yang tak datang tanpa alasan.

Pemilihan yang dipimpin oleh presidium Muscab, Kompol Z.A. Christopher Tamba, berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan.


Tidak ada riuh perebutan, yang ada justru keyakinan kolektif bahwa kesinambungan kepemimpinan masih dibutuhkan.

Riama Manurung, dalam sambutannya, tak menyembunyikan rasa haru. Ia menyaksikan langsung bagaimana para veteran tetap hadir, meski usia dan kondisi fisik tak lagi mendukung.

“Ini bukan sekadar organisasi, ini adalah rumah perjuangan. Semangat para veteran adalah pengingat bagi kita semua,” ujarnya.


Ia juga menyoroti kepemimpinan perempuan di tubuh LVRI Kota Batam yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus tetap adaptif menghadapi tantangan zaman.

Senada dengan itu, Ketua DPD LVRI Provinsi Kepulauan Riau, H. Rochman, menilai suksesnya Muscab tak lepas dari kuatnya sinergi antara LVRI dan Pemerintah Kota Batam.

Dukungan lintas sektor menjadi fondasi penting agar organisasi tetap hidup dan relevan.

Namun, di balik seremoni dan sambutan, tersimpan kegelisahan yang jujur. Ibu Sri Soedarsono, salah satu sesepuh veteran, menyampaikan harapan sederhana namun mendalam: negara tidak melupakan mereka.

“Regenerasi itu penting. Tapi perhatian kepada yang masih hidup hari ini juga jangan diabaikan,” ungkapnya pelan, namun sarat makna.

Pesan itu seolah menjadi garis bawah bagi kepemimpinan Puteri Kaligis ke depan. Dalam pernyataannya, ia menegaskan fokus utama pada kesejahteraan veteran, khususnya mereka yang telah lanjut usia.

Saat ini, sekitar 14 veteran lansia di Batam membutuhkan perhatian serius. Sebagian hidup dalam keterbatasan, sementara yang lain masih aktif mengabdi, bahkan dalam misi internasional seperti di Lebanon.

Salah satu program yang tengah didorong adalah pembangunan rumah jompo khusus veteran—sebuah ruang layak bagi mereka yang telah menghabiskan masa muda untuk bangsa.

“Kita ingin memastikan mereka tidak merasa sendiri di usia senja,” kata Puteri.

Rangkaian kegiatan Muscab sendiri berjalan sederhana namun khidmat. Dimulai dari registrasi, ramah tamah, doa bersama, hingga menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars LVRI—semua mengalir dalam nuansa penghormatan terhadap perjalanan panjang para pejuang.

Lebih dari sekadar forum organisasi, Muscab LVRI Batam kali ini menjadi cermin tentang waktu: tentang generasi yang mulai menua, tentang tanggung jawab yang harus diwariskan, dan tentang negara yang diharapkan tetap hadir.

Di antara tongkat, kursi roda, dan tawa ringan mengenang masa lalu, satu hal terasa jelas—semangat perjuangan itu belum selesai. Ia hanya berpindah tangan.

Laporan : Sebastian dari Batam

banner 325x300
error: Content is protected !!