Radar Perbatasan, Bintan – Jelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026, Kepolisian Resort (Polres) Bintan mengerahkan sekitar 100 personel untuk mengamankan 11 vihara dan klenteng yang tersebar di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Pengamanan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momen keagamaan penting umat Buddha dan Konghucu.
Dalam operasi yang bertajuk Operasi Liong Seligi 2026, personel dibagi menjadi dua satuan tugas utama. Pertama, tim pengamanan statis yang ditempatkan di rumah-rumah ibadah untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan perayaan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kedua, tim khusus yang melakukan patroli mobile di sejumlah titik rawan.
“Polri hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan dengan aman dan tertib,” ujar Kasihumas Polres Bintan, AKP Hotma P. Bako, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Tak hanya fokus pada pengamanan tempat ibadah, tim operasi juga menyasar lokasi-lokasi rawan kejahatan serta titik-titik yang kerap menjadi sarang penyakit masyarakat. Patroli preventif dan represif ini digelar untuk mengantisipasi tindak kriminalitas, peredaran minuman keras ilegal, perjudian, dan aktivitas meresahkan lainnya.
Langkah ini sekaligus menjadi persiapan Polres Bintan dalam menciptakan situasi kondusif menjelang bulan suci Ramadhan. Dengan intensifikasi patroli dan penindakan tegas terhadap pelanggaran, diharapkan umat Muslim dapat menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk dan pimerasa aman.
AKP Hotma menegaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri dalam menjaga toleransi dan harmoni antarumat beragama di Bintan.
“Kami juga terus melakukan pencegahan serta pemberantasan penyakit masyarakat guna menjaga stabilitas kamtibmas, baik saat perayaan Imlek maupun menjelang Ramadhan,” tambahnya.
Melalui pengamanan terpadu dan operasi cipta kondisi ini, Polres Bintan berkomitmen menjaga stabilitas keamanan wilayah serta mendukung terciptanya suasana damai dan harmonis bagi seluruh lapisan masyarakat. Diharapkan, toleransi antar umat beragama di Kabupaten Bintan semakin kuat dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas keagamaan dengan tenang.
Editor: Budi Adriansyah

















