Malaka –
Tim Pendamping dari Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK UGM) Yogyakarta melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun pada Senin (24/11/2025). Kegiatan ini bertujuan memastikan peningkatan mutu layanan kesehatan di wilayah perbatasan melalui monitoring dan evaluasi rutin.
Kunjungan dipimpin Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, bersama perwakilan PKMK UGM, Ny. Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, SKM., M.Kes., serta tim monitoring. Rombongan melakukan inspeksi menyeluruh di sejumlah unit pelayanan, meliputi Ruang Operasi ICU dan ICCU, Instalasi Bedah (Wawar), Ruang VVIP, ruang rawat inap, serta fasilitas penunjang lainnya. Penilaian difokuskan pada kelayakan sarana, kesiapan tenaga kesehatan, hingga standar mutu layanan bagi masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Ni Luh Putu Eka memberikan apresiasi atas berbagai kemajuan yang telah dicapai RSUPP Betun. “Kami mengapresiasi, sudah banyak perubahan, mulai dari pelayanan hingga ketersediaan dokter,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa rumah sakit masih berada dalam tahap penataan dan pembenahan sejumlah fasilitas untuk mencapai standar yang lebih baik.
Direktur RSUPP Betun, dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, menegaskan komitmen pihaknya dalam meningkatkan kualitas layanan. “Upaya ini merupakan bagian dari program prioritas Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) di bidang kesehatan,” tegasnya. Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk dukungan PKMK UGM dalam memperkuat layanan kesehatan di kawasan perbatasan, dengan harapan RSUPP Betun dapat berkembang menjadi rumah sakit rujukan strategis bagi masyarakat Kabupaten Malaka dan wilayah sekitarnya.
MoU Sister Hospital RSUPP Betun–RSUD KRT Setjonegoro Resmi Ditandatangani
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka, Nusa Tenggara Timur, juga telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Jumat (19/9/2025). Kerja sama ini memperkuat pelayanan kesehatan melalui program Sister Hospital antara RSUPP Betun dan RSUD KRT Setjonegoro Wonosobo.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), dan Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag, dalam acara yang berlangsung di Aula Pendopo Kantor Bupati Wonosobo. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menetapkan RSUD KRT Setjonegoro sebagai mitra terbaik bagi RSUPP Betun. Proses pendampingan dilakukan oleh tim PKMK UGM yang diwakili Ny. Ni Luh Putu Eka Putri Andayani, SKM., M.Kes.
Bupati SBS mengapresiasi kesediaan Pemkab Wonosobo menjalin kemitraan tersebut. “Rumah Sakit Wonosobo merupakan pilihan terbaik RSUPP Betun di antara beberapa rumah sakit lain. Ini membuktikan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan di Wonosobo sangat layak dijadikan tempat belajar,” ujarnya disambut tepuk tangan para hadirin.
Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, juga menyambut baik kerja sama tersebut. “Semoga jalinan silaturahmi ini benar-benar terwujud dalam peningkatan pelayanan kesehatan, baik untuk masyarakat Malaka maupun Wonosobo,” ungkapnya.
Setelah penandatanganan MoU, kedua bupati saling bertukar cinderamata sebagai simbol persahabatan. Melalui program Sister Hospital ini, RSUPP Betun diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan, memperluas jejaring kerja sama, serta mengadopsi standar pelayanan RSUD KRT Setjonegoro. Program ini juga membuka ruang pertukaran ilmu, pengalaman, dan inovasi di bidang kesehatan.
Acara tersebut turut dihadiri Asisten I Setda Malaka Yohanes Bernando Seran, sejumlah kepala OPD lintas sektor Kabupaten Malaka, Plh Direktur RSUPP Betun dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, Direktur RSUD KRT Setjonegoro dr. R. Danang Sananto Sasongko, MM, serta pejabat dari Pemkab Wonosobo.
Editor : Boni Atolan

















