Atambua –
Mahasiswa Universitas Timor (Unimor) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) melaksanakan Praktik Kerja Mahasiswa (PKM) di Desa Tohe, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, selama tiga minggu. Sebanyak tujuh mahasiswa diterjunkan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan melalui program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa melalui Pendekatan Koperasi Desa Merah Putih: Analisis Potensi, Peluang, dan Tantangan,” tim PKM hadir dengan semangat membangun kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini tidak hanya berfokus pada pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga bertujuan melahirkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan ekonomi Desa Tohe secara berkelanjutan.
Wakil Koordinator PKM Unimor, Putri Liqwina Tamonob, yang akrab di sapa Putri, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan sebagai langkah awal untuk mengenali secara langsung kondisi desa. Menurutnya, observasi bukan sekadar proses pengumpulan data, melainkan wadah membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat dalam menggali berbagai potensi yang dimiliki Desa Tohe.
“Kami melakukan pemetaan terhadap potensi unggulan desa, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini belum dikelola secara maksimal. Seluruh potensi tersebut akan diintegrasikan dengan penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Putri, Pada Kamis (30/7/2026).
Ia menambahkan, observasi juga bertujuan mengidentifikasi sumber daya alam, infrastruktur, serta aset desa yang dapat dikembangkan sebagai basis usaha produktif melalui Koperasi Desa Merah Putih.
“Observasi lapangan dilakukan untuk mengidentifikasi sumber daya alam dan sarana fisik desa yang berpotensi menjadi fondasi pengembangan usaha Koperasi Desa Merah Putih di Desa Tohe,” jelasnya.
Selain observasi fisik, tim PKM juga melaksanakan wawancara dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, pengurus Koperasi Desa Merah Putih, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan aspek nonfisik, seperti kualitas sumber daya manusia (SDM), kelembagaan, budaya, dan dinamika sosial yang menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan koperasi.
“Seluruh data hasil observasi dan wawancara akan kami analisis secara komprehensif sebagai dasar penyusunan program pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa Tohe,” kata Putri.
Menurutnya, Koperasi Desa Merah Putih dipilih sebagai instrumen utama karena mampu memperkuat posisi tawar masyarakat melalui sistem usaha bersama. Dengan wadah koperasi, masyarakat memiliki peluang yang lebih besar untuk mengakses permodalan, meningkatkan kapasitas produksi, menciptakan nilai tambah produk lokal, hingga memperluas jaringan pemasaran secara lebih efektif.
Sebagai desa yang berada di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste, Desa Tohe dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga UMKM diyakini dapat berkembang pesat apabila dikelola secara profesional melalui kelembagaan koperasi yang kuat.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Potensi yang dimiliki Desa Tohe juga luar biasa. Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan yang terarah melalui wadah yang kuat seperti Koperasi Desa Merah Putih agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkap Putri.
Ia optimistis seluruh rangkaian observasi dan interaksi dengan masyarakat akan menjadi fondasi dalam menyusun program kerja lanjutan yang lebih tepat sasaran. Dengan sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, PKM Unimor diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi lokal serta mendorong terwujudnya pembangunan desa yang inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga menghadirkan solusi, inovasi, dan pendampingan yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Tohe.
Editor: Jery Manek

















