BINTAN, Radar Perbatasan.com – Dinamika politik internal Partai Golkar Kabupaten Bintan mulai mencapai titik krusial. Menjelang penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) IX yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Awandari, Kilometer 27, Bintan, pada Minggu, 19 Juli 2026, bursa calon ketua mulai menjadi sorotan utama.
Kader muda Partai Golkar, Shalahuddin Syah, mengonfirmasi perhelatan ini merupakan momentum strategis. Musda tersebut akan menjadi penentu arah kepemimpinan partai berlambang pohon beringin itu untuk lima tahun mendatang.
“Benar, Insyaallah Musda IX Golkar Bintan dilaksanakan 19 Juli 2026. Ini momentum penting bagi organisasi,” ujar Shalahuddin saat dikonfirmasi pada Rabu, 15 Juli 2026.
Menakar Peluang Kandidat
Meski belum ada deklarasi resmi dari para calon, Shalahuddin mengungkapkan adanya eskalasi komunikasi politik di tingkat akar rumput dan para pemilik suara. Setidaknya, dua nama kader terbaik kini mulai ramai diperbincangkan publik.
Nama pertama adalah Fiven Sumanti. Sebagai petahana, dia memiliki posisi tawar yang kuat lantaran saat ini menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Bintan sekaligus Ketua DPRD Bintan. Di bawah komandonya, Golkar berhasil keluar sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Bintan.
Nama kedua yang muncul adalah Suprapto. Kader muda ini dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni dengan posisi saat ini sebagai Ketua Bidang Riset dan Isu-Isu Strategis DPD II Partai Golkar Bintan serta Ketua Komisi II DPRD Bintan.
Shalahuddin menilai, kedua sosok tersebut merupakan aset berharga partai.
“Kontribusi mereka tidak diragukan. Keberhasilan Golkar pada Pemilu 2024 adalah hasil kerja kolektif. Keduanya memiliki peluang besar jika memutuskan maju sebagai calon ketua,” jelasnya.
Menjaga Mekanisme Internal
Menanggapi potensi persaingan yang kian ketat, Shalahuddin menegaskan bahwa Golkar tetap mengedepankan asas demokrasi internal. Dia memastikan seluruh tahapan Musda akan dijalankan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Menurutnya, Golkar adalah “rumah besar” bagi seluruh kader. Oleh karena itu, dia menjamin peluang yang sama bagi setiap kader yang memenuhi kriteria organisasi untuk berkontestasi.
“Golkar adalah rumah besar. Siapa pun memiliki hak dan peluang yang sama sepanjang memenuhi ketentuan organisasi. Pada akhirnya, semua proses akan berjalan sesuai mekanisme partai,” pungkasnya.
Editor: Budi Adriansyah

















