banner 728x250

Perkenalkan NTT Mart di Kompas TV, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena: Tampilkan Jati Diri NTT Lebih Elegan

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, 27 Maret 2026 –

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kehadiran NTT Mart menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat identitas produk lokal agar tampil lebih elegan dan berdaya saing.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Melki dalam wawancara langsung di program Jurnal Nusantara Kompas TV, Jumat (27/3/2026), dari gerai NTT Mart di Jalan Palapa, Kota Kupang.

Menurut Melki, NTT Mart hadir sebagai solusi atas tingginya defisit perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun, terutama karena masih banyak produk lokal yang belum mampu menembus pasar.

“NTT Mart ini lahir karena kita melihat defisit perdagangan sangat besar. Banyak produk yang sebenarnya bisa dibuat di NTT, tetapi masih didatangkan dari luar. Di sisi lain, UMKM kita kesulitan mendapatkan akses pasar,” ujarnya.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya membuka akses pasar bagi pelaku UMKM dan IKM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kebanggaan terhadap produk lokal dengan tampilan yang lebih modern dan profesional.

“Prinsipnya kami ingin menampilkan jati diri NTT yang lebih elegan, lebih mudah diterima pasar, dan memberi nilai tambah bagi pelaku usaha lokal,” tegasnya.

Sejak diluncurkan pada 12 Agustus 2025, NTT Mart menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi NTT meningkat dari 3,73 persen menjadi 5,14 persen, sementara sektor industri pengolahan tumbuh di atas 20 persen.

Melki juga mengungkapkan, gerai pertama NTT Mart di Kupang yang dimulai dengan modal Rp160 juta kini mencatat perputaran usaha hampir dua kali lipat, sekaligus berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain itu, keberadaan NTT Mart memberikan kepastian pasar bagi pelaku UMKM sehingga mereka lebih berani memproduksi secara rutin.

Untuk menjaga keberlanjutan, Pemerintah Provinsi NTT menerapkan strategi pengembangan berbasis komunitas melalui program One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product.

“Setiap desa, sekolah, dan komunitas kita dorong punya produk unggulan. Ini penting agar produksi berjalan konsisten dan pasarnya jelas,” jelas Melki.

Ke depan, Pemprov NTT juga menyiapkan pengembangan NTT Mart ke platform digital melalui kerja sama dengan perbankan, serta membuka peluang ekspansi ke luar daerah bahkan luar negeri, seiring meningkatnya minat diaspora NTT.

Namun demikian, Melki menegaskan bahwa penguatan jaringan di dalam daerah tetap menjadi prioritas utama sebelum ekspansi dilakukan secara luas.

“Kalau ini bisa berkembang lebih luas, bukan hanya NTT Mart, tetapi bisa menjadi gerakan nasional seperti ‘Nusantara Mart’,” pungkasnya.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!