banner 728x250

Pemkab Malaka Perkuat Tebing di Desa Lamea Senilai Rp 4,3 Miliar

banner 120x600
banner 468x60

BETUN – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi menandatangani kontrak pembangunan perkuatan tebing (bronjong) di Desa Lamea, Kecamatan Wewiku, dengan nilai pekerjaan sebesar Rp 4.383.213.200. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Mitra Agung Malaka setelah kedua pihak menandatangani Sub Perjanjian Kontrak Nomor PU.610/PPK.SG/SP/57/IX/2025 pada 23 September 2025.

banner 325x300

Total pagu anggaran untuk paket pekerjaan ini mencapai Rp 4.476.340.500 yang dibiayai sepenuhnya melalui APBD Kabupaten Malaka dengan skema multiyears selama dua tahun anggaran. Pada Tahun Anggaran 2025, dialokasikan dana sebesar Rp 2.910.000.000, sementara sisa sebesar Rp 1.566.340.500 akan dibayar pada Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan kontrak, PT Mitra Agung Malaka diberi waktu 95 hari kalender untuk menyelesaikan pekerjaan fisik mulai 23 September 2025 hingga 26 Desember 2025. Setelah konstruksi selesai, pihak kontraktor masih berkewajiban melaksanakan pemeliharaan selama 180 hari kalender, yakni 27 Desember 2025–24 Juni 2026.

Proyek Prioritas untuk Pencegahan Bencana

Plt Kepala Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba, menegaskan bahwa pembangunan bronjong di Desa Lamea merupakan salah satu program prioritas Pemkab Malaka di sektor pengurangan risiko bencana, sebagaimana tertuang dalam Perda RPJMD Kabupaten Malaka 2025–2030.

“Pengerjaan bronjong dan penguatan tebing menjadi fokus kami karena wilayah ini rawan longsor. Program ini juga sejalan dengan visi Bupati dan Wakil Bupati untuk meningkatkan proteksi dan keselamatan masyarakat di daerah rawan bencana,” ujar Lorens.

Ia berharap pekerjaan ini dapat memberikan perlindungan permanen terhadap tebing yang selama ini tergerus aliran air, sekaligus mendukung keberlanjutan infrastruktur di kawasan Wewiku.

Progres Pekerjaan Dimulai

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Devys, memastikan bahwa progres awal pekerjaan sudah berjalan.

“Untuk pekerjaan bronjong di Lamea, kami sudah mulai melakukan galian pondasi dan pemasangan pondasi bronjong. Seluruh tahapan dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan waktu yang ditetapkan dalam kontrak,” jelas Devys.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat agar kualitas pekerjaan sesuai standar serta dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Diharapkan Kurangi Erosi dan Lindungi Aset Infrastruktur

Pembangunan bronjong ini diproyeksikan mampu memperkuat struktur tebing, mencegah erosi, serta melindungi badan jalan dan lahan pertanian di sekitar lokasi. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Malaka memperkuat pengelolaan sumber daya air dan bangunan pengaman pada wilayah sungai (WS).

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!