Kefamenanu, Radar Perbatasan. Com
Bupati Kabupaten Timor Tengah Utara ( TTU) Provinsi NTT Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S. IP, MA pada acara Peluncuran Pasar Batas Pos Lintas Batas Negara ( PLBN) Napan Jumat ( 14/8/2026) mengatakan Pasar Batas PLBN Napan harus ditempatkan dalam perspektif yang lebih besar. Bukan sekedar tempat bertemunya penjual dan pembeli.
“Pasar Batas PLBN Napan harus menjadi simpul pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan sekaligus etalase produk unggulan Kabupaten Timor Tengah Utara sebagai beranda depan NKRI. Oleh karena itu harus mencerminkan kualitas, kreativitas dan jati diri bangsa, ” tegas Bupati Falen.
Lebih lanjut Bupati Falen mengatakan UMKM TTU memiliki posisi yang sangat strategis. UMKM bukan hanya pelaku ekonomi tetapi merupakan kekuatan perbatasan, wajah masyarakat pembawa identitas budaya dan instrumen penting untuk memastikan aktivitas ekonomi perbatasan, memberikan manfaat langsung kepada masyarakat TTU.
Momentum UMKM Naik Kelas
Pada kesempatan itu Bupati Falen menyoroti bahwa TTU memiliki kekayaan luar biasa berupa kain tenun dan dengan motif dan filosofi yang diwariskan lintas geberasi, kuliner khas Timor, kopi dan hasil pertanian lokal, kerajinan tangan, fashion serta berbagai produk kreatif. Semua itu merupakan modal ekonomi sekaligus modal budaya yang harus kita kembangkan menjadi produk bernilai tambah.
“Pasar Batas PLBN Napan membuka peluang mempertemukan UMKM dengan pembeli lokal maupun lintas batas. Karena itu jadikan momentum ini untuk membawa UMKM TTU naik kelas dalam kualitas, kemasan, pelayanan manajemen usaha, legalitas, standarisasi dan terutama jangkauan pasar, termasuk berani menargetkan pasar internasional, ” ungkap Bupati Falen.
Ia mengingatkan pelaku UMKM tidak boleh hanya berpikir bagaimana produk laku tetapi bagaimana produk dicari, dipercaya dan dibeli kembali. Karena itu tambahnya, perhatian harus diberikan pada kualitas bahan baku, higeinitas, desain, kemasan, branding, sertifikasi, kontinuitas produksi, pemasaran digital dan pelayanan konsumen. Pasar yang lebih luas akan menilai kualitas, keunikan, konsistensi dan kemampuan memenuhi permintaan.
“Saya percaya UMKM TTU mampu menjawab tantangan tersebut. Saya percaya suatu saat orang datang ke PLBN Napan bukan hanya untuk melintas batas negara tetapi juga untuk mencari produk TTU tenunan, kopi, makanan khas, kerajinan dan produk kreatif anak-anak muda TTU, ” kata Bupati Falen.
Jika ini terwujud demikian Bupati Falen kita telah membangun ekosistem ekonomi baru di kawasan perbatasan. “Jangan melihat Pasar Batas hanya sebagai tempat berjualan tetapi sebagai panggung untuk memperkenalkan TTU kepada dunia. Jadikan setiap produk sebagai cerita tentang TTU, setiap transaksi sebagai pintu membangun jejaring usaha dan setiap pembeli sebagai kesempatan memperluas pasar, ” tandasnya.
Sebelum mengakhiri sambutan Bupati Falen mengajak TNI, Polri, Satgas Pamtas RI- RDTL, Pengelola PLBN, Perangkat Daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama- sama menciptakan kawasan perbatasan yang aman, tertib, nyaman dan produktif. Keamanan dan ekonomi harus berjalan beriringan.
“Kawasan yang aman memberikan kepercayaan kepada pelaku usaha, kawasan yang produktif membuka lapangan kerja, dan aktivitas ekonomi yang kuat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita ingin masyarakat bukan menjadi penonton tetapi menjadi pelaku utama sekaligus penerima manfaat terbesar dari pertumbuhan ekonomi perbatasan, ” pungkasnya.
Yuven Fernandez

















