banner 728x250

Momen Hangat Wagub Nyanyang dan BP3KR: Merajut Marwah Kepri di Meja Buka Puasa

Huzrin Hood Puji Keberanian Nyanyang Haris Pratamura Rangkul Tokoh Pejuang. Targetkan Buku Sejarah Kepri Rampung 2026

banner 120x600
banner 468x60

BATAM, Radar Perbatasan.com – Suasana Restoran Hotel Asianing Pelita, Kota Batam, mendadak penuh dengan aura nostalgia sekaligus optimisme pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, menggelar agenda silaturahmi yang dibalut dalam momen buka puasa bersama para tokoh kunci Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR).

Pertemuan ini bukan sekadar jamuan makan malam biasa. Ini adalah momen langka di mana pemimpin muda Kepri duduk satu meja dengan para “arsitek” berdirinya Provinsi Kepulauan Riau.

banner 325x300

Keberanian yang Diapresiasi

Tokoh sentral BP3KR, Huzrin Hood, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya. Di hadapan para tokoh pejuang lainnya, Huzrin melontarkan pujian atas inisiatif Wagub Nyanyang yang dinilainya memiliki keberanian dan kepedulian tinggi terhadap sejarah.

“Baru kali ini ada yang berani mengundang BP3KR buka puasa bersama secara khusus. Ini harus kita beri applause. Saya sangat berterima kasih kepada Pak Nyanyang,” ujar Huzrin disambut hangat oleh hadirin.

Huzrin berharap, di bawah kepemimpinan sosok muda seperti Nyanyang, Kepri di tahun 2026 ini bisa melesat lebih maju tanpa melupakan akar perjuangannya. Dia juga menyinggung persiapan Hari Marwah tahun ini yang rencananya akan dipusatkan di Kota Batam.

Merawat Ingatan Lewat Buku Sejarah

Selain sebagai ajang reuni, pertemuan ini menjadi pengingat pentingnya literasi sejarah bagi generasi mendatang. Ketua Generasi Muda (GM) BP3KR, Basyaruddin Idris alias Tok Oom, menegaskan bahwa pihaknya terus mengawal penyelesaian buku sejarah perjuangan pembentukan Provinsi Kepri.

“Target kita, buku sejarah yang diketuai oleh Prof. Dr. Abdul Malik, M.Pd ini bisa selesai tahun 2026. Ini penting agar pemerintah dan masyarakat tahu persis bagaimana darah dan keringat para pejuang tumpah demi berdirinya provinsi ini,” tegas Tok Oom.

Nyanyang: Mereka Adalah Inspirasi

Bagi Nyanyang Haris Pratamura, bisa bercengkrama dengan tokoh-tokoh seperti Saidul Khudri, Maaz Ismail, Nur Syafriadi, hingga Rosita, adalah sebuah kehormatan besar. Dia mengaku bahagia bisa melihat langsung wajah-wajah yang dahulu gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat Kepri.

“Ada rasa bahagia tersendiri bisa bertemu para orang tua dan tokoh pejuang kita. Semoga kebersamaan ini terus terjaga demi kemajuan Kepri yang kita cintai,” ungkap Nyanyang dengan rendah hati.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keakraban. Obrolan santai mengenai masa-masa perjuangan pembentukan provinsi terus mengalir hingga adzan Maghrib berkumandang, menandakan bahwa marwah perjuangan Kepri tetap hidup di hati para pemimpinnya saat ini.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!