banner 728x250

Meriah, Bupati Malaka Buka Respect OBM Cup III di Betun

banner 120x600
banner 468x60

BETUN, MALAKA —

Lapangan Umum Betun, Kabupaten Malaka, Sabtu (9/8/2025), berubah menjadi lautan sorak dan warna saat Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, membuka Turnamen Sepak Bola Respect OBM Cup III. Ajang tahunan ini menjadi magnet olahraga sekaligus perayaan budaya di perbatasan Indonesia–Timor Leste.

banner 325x300

Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Henri Melki Simu, Ketua DPRD Malaka yang juga Ketua PSSI Malaka Adrianus Bria Seran, unsur pimpinan DPRD, perwakilan Polres Malaka, perwakilan TNI, kepala perangkat daerah, dan tamu dari negara tetangga Timor Leste.

Dalam sambutannya, Bupati Stefanus menegaskan dukungan penuh Pemkab Malaka terhadap pengembangan sepak bola. Ia menempatkan cabang ini sebagai salah satu program unggulan periode 2025–2030.
“Pemerintah akan memastikan kelancaran pelaksanaan turnamen ini, termasuk dukungan operasional saat babak delapan besar yang digelar malam hari di Lapangan Umum Betun dengan fasilitas lampu,” ujarnya.

Stefanus mengapresiasi kerja panitia dan sponsor yang menggandeng pihak ketiga dalam penyelenggaraan. Menurutnya, sepak bola kini telah memasuki era industri sehingga kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Ia juga berterima kasih kepada tim dari Kabupaten Belu dan Kota Kupang yang turut meramaikan turnamen.
“Semoga di tahun-tahun mendatang, semakin banyak tim dari luar Malaka ikut berpartisipasi,” tambahnya.

Presiden Respect OBM, Robi Klau, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Malaka, Ketua PSSI, serta pihak keamanan dari Polres dan TNI. Ia berharap turnamen kali ini lebih baik dari edisi sebelumnya dan dapat menjadi hiburan rakyat Malaka.

Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, menyatakan dukungan penuh DPRD terhadap kegiatan olahraga tahunan ini. “Turnamen Respect OBM sudah menjadi bagian dari kalender olahraga di Malaka,” katanya.

500 Penari Likurai Hiasi Pembukaan

Kemegahan pembukaan kian semarak dengan penampilan 500 penari likurai dari SMAN Harekakae. Tarian tradisional Rai Malaka ini dipersembahkan Sanggar Manukakae dengan formasi unik membentuk “Bola Malaka”. Dua jenis pukulan—Tebere dan Tentara Nipon—mengisahkan perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan dari pendudukan Jepang.

Kepala SMAN Harekakae, Robert Bria Tahuk, menjelaskan bahwa keterlibatan para remaja dalam tari likurai adalah bentuk pelestarian budaya. Instruktur tari, Benedikta Sarinda Dahu memimpin langsung penampilan ini, dengan penata busana Maria Goreti Nona dan Amelia Abuk, serta penata gerak Yunita Dahu dan Haris Ngongo.

Turnamen Respect OBM Cup III diharapkan menjadi wadah pembinaan sepak bola sekaligus perayaan identitas budaya Malaka di panggung NTT.**

Editor : boni atolan

 

banner 325x300
error: Content is protected !!