banner 728x250

Menjemput Masa Depan Bintan: Roby Kurniawan dan DPRD Kepri Matangkan ‘Peta Jalan’ Pembangunan 20 Tahun ke Depan

Sinergi Tanpa Sekat: Bupati Bintan Paparkan Detail Kawasan Industri hingga Pemukiman demi Keselarasan Tata Ruang Provinsi dan Kesejahteraan Masyarakat

banner 120x600
banner 468x60

BATAM, Radar Perbatasan.com – Bicara soal masa depan daerah tak bisa lepas dari yang namanya “peta”. Tanpa peta yang jelas, pembangunan hanya akan menjadi labirin yang membingungkan. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan.

Langkah strategis diambil Roby saat bertemu langsung dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kepulauan Riau (Kepri). Bukan sekadar rapat formalitas, pertemuan yang digelar di Auditorium Gedung Graha Kepri, Batam, pada Jumat 6 Maret 2026 ini adalah misi harmonisasi. Tujuannya satu: memastikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Bintan “seirama” dengan kebijakan Provinsi.

banner 325x300

Harmonisasi: Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, Roby menegaskan bahwa penataan ruang bukan sekadar garis di atas kertas. Ini adalah fondasi bagi pengembangan kawasan strategis, mulai dari perindustrian, pariwisata, hingga kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ).

“Terima kasih atas semua masukan, saran, termasuk gagasan-gagasan luar biasa tadi. Kami di Bintan ingin memastikan bahwa berbagai pembangunan yang akan dilakukan benar-benar sesuai dengan tata ruang yang direncanakan,” ujar Roby di sela diskusi.

Baginya, sinergi ini sangat krusial. Jangan sampai ada tumpang tindih kebijakan antara Kabupaten dan Provinsi yang justru menghambat investasi atau merusak kelestarian lingkungan.

Membidik 2026-2046: Bintan Terbuka dan Rinci

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bintan tengah memacu penyusunan Ranperda RTRW periode 2026-2046. Ambisinya tidak main-main: tuntas tahun ini juga.
Ada beberapa poin “seksi” yang menjadi fokus Bupati muda ini:

1. Akselerasi Kawasan Industri: Menyiapkan karpet merah bagi investasi besar.

2. Magnet Pariwisata: Memastikan Bintan tetap menjadi ikon wisata kelas dunia.

3. Hutan dan Pemukiman: Menertibkan kawasan hutan sekaligus memberi kepastian hukum bagi kawasan pemukiman warga.

“Fokus kita sampai kepada kawasan pemukiman. Kita ingin semuanya selaras antara perkembangan pembangunan dengan kesejahteraan masyarakat,” imbuh Roby dengan nada optimis.

Apresiasi dari Parlemen

Gaya kepemimpinan Roby yang transparan dan proaktif rupanya mencuri perhatian legislatif. Ketua Pansus Ranperda RTRW Kepri, Asmin Patros, tak segan melontarkan pujian. Dia mengaku terkesan dengan paparan Pemkab Bintan yang sangat detail dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Apresiasi untuk Pak Bupati yang berkenan turun langsung. Bahkan salut untuk Bintan, paparannya dijabarkan secara rinci tanpa ada yang disamarkan,” puji Asmin.

Asmin pun berharap tim ahli dari kedua belah pihak segera menindaklanjuti poin-poin kesepakatan tersebut.

“Kita usahakan tim ahli dari Bintan dan Kepri bisa segera melanjutkan apa yang perlu dilanjutkan, sampai nanti kita duduk bersama lagi untuk finalisasi kesepakatan bersama,” pungkasnya.

Dengan kolaborasi yang solid ini, wajah Bintan dua dekade mendatang diprediksi akan lebih tertata, berkelanjutan, dan yang terpenting: membawa kemajuan nyata bagi ekonomi masyarakatnya.

Editor: Budi Adriansyah

banner 325x300
error: Content is protected !!