banner 728x250

Melki Laka Lena Tegaskan Dukungan Pemprov NTT untuk PMI, Fokus pada Transparansi Pengelolaan Darah dan Layanan Kemanusiaan

banner 120x600
banner 468x60

Kupang, — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat kolaborasi kemanusiaan bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT. Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran pengurus PMI NTT di ruang kerjanya, Rabu (22/10/2025).

Dalam pertemuan itu, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa Pemerintah Provinsi NTT memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan PMI, terutama dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah. Pemerintah akan terus berkoordinasi dengan PMI melalui BPBD dan Dinas Kesehatan agar pelayanan kemanusiaan berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

banner 325x300

Gubernur menyampaikan bahwa pemerintah siap berkolaborasi dengan PMI di semua tingkatan, baik di provinsi maupun kabupaten terdampak, untuk memastikan pelayanan kemanusiaan, khususnya penyediaan air bersih, dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan berkesinambungan.

Selain mendukung kegiatan tanggap darurat, Gubernur juga menyoroti pentingnya pembaruan skema Biaya Pengganti Pengolahan Darah (BPPD) antara rumah sakit pemerintah dan PMI. Ia menilai perlunya peninjauan ulang agar mekanisme biaya lebih transparan, efisien, dan adil bagi semua pihak. Pemerintah Provinsi NTT akan memfasilitasi pembahasan bersama PMI dan Dinas Kesehatan untuk menyusun mekanisme baru yang sesuai dengan standar pelayanan kesehatan terkini.

Audiensi yang turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi NTT, Samuel Halundaka, serta Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Maria Anggreini, menjadi forum koordinasi strategis antara pemerintah dan PMI dalam memperkuat layanan kemanusiaan di Nusa Tenggara Timur.

Ketua PMI Provinsi NTT Afridus Bria Seran, didampingi Bendahara Bobby Pitoby, memaparkan sejumlah program yang sedang dijalankan, antara lain Program ELECTRA di Kabupaten Manggarai yang berfokus pada penguatan kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim, serta Program SIAP SIAGA hasil kerja sama dengan Australian Red Cross dan DFAT Australia untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana bersama Palang Merah Timor Leste (CVTL).

PMI NTT juga tengah melaksanakan pelayanan air bersih bagi pengungsi terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki serta korban banjir dan longsor di Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo. Program pipanisasi air bersih di hunian sementara Lewotobi juga terus berjalan dengan dukungan Australian Red Cross.

Selain menyampaikan laporan kegiatan, PMI NTT juga memaparkan rencana kerja ke depan, termasuk pengadaan alat kesehatan darah standar Kemenkes, pelaksanaan Musyawarah Kerja Provinsi PMI 2025, Musyawarah Provinsi PMI 2026, serta percepatan pembangunan Rumah Susun Pusdiklat PMI NTT yang telah diusulkan dalam DIPA 2025 Kementerian PUPR.

Audiensi tersebut menegaskan sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi NTT dan PMI dalam memperkuat ketahanan masyarakat, memperluas pelayanan kemanusiaan, serta memastikan tata kelola pelayanan darah yang profesional dan transparan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur.

Editor : Boni Atolan

banner 325x300
error: Content is protected !!