Malaka, NTT – 1 Desember 2025
Populasi ternak Kabupaten Malaka menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir, namun persoalan pakan, layanan kesehatan, dan infrastruktur peternakan masih menjadi pekerjaan besar. Hal ini disampaikan Plh. Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malaka, Metilde Seran, yang menilai bahwa pertumbuhan populasi tidak serta-merta mencerminkan peningkatan kesejahteraan peternak.
Data menunjukkan populasi sapi meningkat dari 71.094 ekor (2022) menjadi 74.139 ekor (2024). Populasi babi naik menjadi 77.374 ekor dan ayam mencapai 480.086 ekor pada 2024. Namun, meningkatnya populasi, terutama ayam dari luar daerah, justru menambah tekanan pada ketersediaan pakan dan obat-obatan.
“Pertumbuhan populasi harus diikuti layanan kesehatan hewan yang kuat, infrastruktur kawasan peternakan memadai, dan sistem pakan yang stabil. Jika tidak, risiko penyakit dan penurunan produktivitas akan meningkat,” tegas Metilde.
Minimnya fasilitas Puskeswan, terbatasnya hijauan pakan di musim kering, serta belum optimalnya pemanfaatan tiga kawasan peternakan menjadi hambatan besar. Selain itu, model integrasi ternak-tanaman belum berjalan sehingga beban penyediaan pakan sepenuhnya bergantung pada padang penggembalaan.
Metilde menegaskan bahwa Dinas Peternakan kini tengah menyusun strategi besar berbasis kawasan untuk memastikan bahwa pertumbuhan populasi ternak sejalan dengan peningkatan produktivitas dan keberlanjutan.
Editor : Boni Atolan

















