banner 728x250

Krisis Air Bintan: Waduk Jago Kering Kerontang, Wagub Kepri Nyanyang Haris ‘Lobi Pusat’ Rp35 Miliar

Usia Uzur Sejak 1960 dan Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu Utama, Pemprov Kepri Siapkan Rencana Pembangunan Waduk Baru yang Lebih Kokoh

banner 120x600
banner 468x60

BINTAN, Radar Perbatasan.com – Kondisi krisis air bersih di Kabupaten Bintan kini menjadi atensi serius Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, turun langsung meninjau kondisi Waduk Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, pada Senin 6 April 2026, yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan.

Sejauh mata memandang, waduk yang menjadi tumpuan warga sekitar itu tampak mengering. Fenomena ini bukan tanpa sebab. Selain faktor cuaca karena hanya mengandalkan air tadah hujan, kerusakan ekosistem di sekeliling waduk turut memperparah keadaan.

banner 325x300

“Ini jadi perhatian serius kita. Kita usahakan bagaimana Waduk Jago ini bisa berfungsi kembali dengan baik agar kebutuhan air bersih warga terpenuhi,” tegas Wagub Nyanyang di sela peninjauan.

Benang Kusut Waduk Jago: Retak dan Perambahan Hutan

Berdasarkan laporan dari Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kepri, Waduk Jago kini dalam kondisi “sakit”. Sejak dibangun pada tahun 1960-an silam, infrastruktur vital ini tercatat belum pernah mendapatkan perbaikan secara menyeluruh.

Akibatnya, ditemukan banyak keretakan pada struktur bendungan yang memicu kebocoran debit air secara masif. Tak hanya masalah teknis, faktor lingkungan juga mencekik waduk ini. Hutan di sekeliling waduk yang seharusnya menjadi daerah tangkapan air kini telah beralih fungsi menjadi lahan pertanian akibat perambahan liar.

Dua Langkah Strategis Pemprov Kepri

Menyikapi kondisi darurat tersebut, Wagub Nyanyang menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan dua langkah strategis:

1. Solusi Jangka Pendek: Pengerukan Jalur Air
Sebagai langkah awal, Pemprov Kepri akan segera melakukan pengerukan untuk memperlancar aliran air menuju intake. Meski debit air yang terkumpul saat ini masih minim, langkah ini diharapkan mampu membantu distribusi air ke beberapa pelanggan yang terdampak paling parah.
2. Solusi Jangka Panjang: Waduk Baru Senilai Rp35 Miliar
Rencana besar pun disiapkan. Pemprov Kepri berencana membangun waduk baru tepat di bawah lokasi waduk lama. Bangunan baru ini nantinya akan dirancang lebih kokoh dan modern untuk menjamin ketersediaan air jangka panjang.

Melobi Pusat di Tengah Efisiensi Anggaran

Mengingat estimasi pembangunan waduk baru tersebut menelan biaya sekitar Rp35 miliar, Pemprov Kepri tidak bisa bergerak sendiri. Terlebih saat ini anggaran daerah tengah mengalami penyesuaian akibat kebijakan efisiensi.

Nyanyang menegaskan, dirinya bersama Gubernur Kepri akan melakukan langkah jemput bola dengan melobi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA).

“Karena anggarannya tidak sedikit, saya bersama Pak Gubernur akan berusaha melakukan lobi ke Kementerian PU. Kami harap pemerintah pusat bisa membantu pembangunan ini demi kepentingan masyarakat Bintan,” pungkasnya.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: SS

banner 325x300
error: Content is protected !!