banner 728x250

Ketua Komisi III DPRD Malaka Minta BBWS NT II Segera Keruk Sedimen saluran Irigasi DI Malaka Sepanjang 1000 Meter di Desa Lakekun Barat dan Lakekun – Kobalima

banner 120x600
banner 468x60

( Photo : Ketua Komisi III DPRD Malaka, Maria Fatima Seuk Kain)

Malaka – Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II ( BBWS NT II) diminta segera melakukan pengerukan sedimen lumpur pada Saluran DI Malaka Sayap Kiri Benenai sepanjang Desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun di Kecamatan Kobalima – Kabupaten Malaka – Provinsi NTT.

banner 325x300

Pengerukan sedimen itu perlu dilakukan untuk melancarkan pasokan air irigasi bagi petani di dua desa tersebut.

Untuk melancarkan pemeliharaan saluran irigasi dari endapan material banjir BBWS perlu menyiapkan inventaris exa mini untuk ditempatkan di Malaka guna memudahkan pemeliharaan rutin saluran di DI Malaka Sayap Kiri dan Sayap Kanan Benenai.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malaka, Maria Fatima Seuk Kain mengatakan hal itu kepada wartawan di Betun – Ibu Kota Kabupaten Malaka, Selasa (18/3-2025).

Dikatakannnya, memperhatikan kondisi saluran di DI Malaka sayap kiri dan kanan belakangan ini banyak yang tertutup sedimen yang dibawa air hujan dimusim penghujan.

” Di desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun – Kecamatan Kobalima masih ada timbunan sedimen material banjir sepanjang 1000 meter dengan ketinggian kurang lebih 1 meter sehingga sangat mengganggu pasokan air irigasi ke petani di wilayah Desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun”, ujarnya.

” Kita minta kepada BBWS segera melakukan pemeliharaan dan pembersihan saluran irigasi dari tumpukan sedimen material banjir yang masih ada dalam saluran agar bisa melancarkan pasokan air irigasi ke Petani”, bebernya.

” Kita minta supaya BBWS NT II membuat pemeliharaan rutin terhadap saluran yang tertimbun sedimen agar bisa melancarkan pasokan air ke petani. Kita juga meminta BBWS NT 2 menyiapkan exa mini untuk pemeliharaan saluran irigasi secara rutin karena setiap tahun dimusim penghujan pasti ada penumpukan sedimen material banjir di saluran irigasi”, paparnya.

Kadis PUPR Kabupaten Malaka, Paul B Miki dikonfirmasi wartawan membenarkan hal itu.

” Petugas kita sudah melakukan pengecekan di Desa Lakekun Utara dan Desa Lakekun ternyata masih ada saluran irigasi yang tertutup material banjir sepanjang kurang lebih 1000 meter”, ujarnya.

” Kita harapkan agar BBWS NT II merespon dan memberikan bantuan segera sehingga tidak terjadi krisis air bagi petani di Malaka”, ujarnya

” Saluran DI Malaka Sayap kiri Benenai yang tertutup endapan material banjir di
Blk 7-8 sepanjang 150 meter dan Blk 3-4 500 meter dan masih ada di beberapa titik lainnya”, tutupnya. ( boni)

 

banner 325x300
error: Content is protected !!