banner 728x250

Keracunan MBG Anambas: Kelalaian Dapur Resmi Dipolisikan Warga

Manajemen Dapur yang Amatir Diduga Jadi Pemicu 155 Pelajar Tumbang, Ahli Gizi Absen Saat Memasak

banner 120x600
banner 468x60

ANAMBAS, Radar Perbatasan.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto tercoreng oleh insiden memilukan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Buntut dari tumbangnya 155 pelajar akibat keracunan massal, warga resmi menyeret kasus ini ke jalur hukum.

Perwakilan warga Siantan Tengah, Cely, mendatangi Mapolres Kepulauan Anambas pada Kamis 16 April 2026. Laporan ini menjadi sinyal keras bagi para pengelola dapur agar tidak “main-main” dengan standar keamanan pangan.

banner 325x300

Bukan Programnya, Tapi Dapurnya

Cely menegaskan bahwa langkah hukum ini bukan untuk menjegal program mulia dari pemerintah pusat. Fokus utamanya adalah mendesak pertanggungjawaban atas tata kelola dapur yang dianggap amatir dan tidak profesional.

“Kita bukan melapor programnya, tetapi tata pengelolaan dapur yang menyebabkan anak-anak keracunan,” tegas Cely kepada media.

Menurutnya, pengelola dapur tidak cukup hanya memberikan santunan kepada para korban. Harus ada pengusutan tuntas terhadap seluruh rantai produksi makanan yang diberikan kepada siswa jenjang PAUD hingga SMP tersebut.

Temuan Mengejutkan: Tanpa Ahli Gizi dan Koki Bersertifikat

Ada fakta mengkhawatirkan di balik insiden ini. Diduga kuat, proses pengolahan makanan di dapur penyedia tidak didampingi oleh ahli gizi. Selain itu, informasi yang beredar menyebutkan bahwa koki yang bertugas tidak mengantongi sertifikat keahlian yang memadai.

“Informasi yang didapat, tadi sudah ada tiga orang dari dapur diperiksa. Kami mau diusut tuntas,” tambah Cely.

Polisi Mulai Bergerak

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, mengonfirmasi telah menerima laporan tersebut. Saat ini, tim penyidik tengah bekerja maraton mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) dan memeriksa saksi-saksi.

“Kami masih proses pengumpulan bahan keterangan. Mohon beri kami waktu untuk bekerja,” ujar Kapolres singkat.

Kronologi Kejadian:

* Rabu 15 April 2026, pukul 13.00 WIB: Gejala keracunan pertama kali terdeteksi di SMP Negeri 1 Air Nangak, Desa Teluk Siantan.
* Meluas: Efek keracunan menyebar ke sekolah-sekolah di wilayah Air Sena dan Air Asuk.
* Total Korban: 155 pelajar dari tingkat PAUD hingga SMP terdampak di Kecamatan Siantan Tengah.

Kini, bola panas ada di tangan kepolisian. Warga berharap hasil investigasi ini menjadi evaluasi besar-besaran agar program MBG di masa depan benar-benar membawa gizi, bukan malah membawa petaka bagi kesehatan anak-anak.

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: II

banner 325x300
error: Content is protected !!