banner 728x250

Kementerian PU Optimalkan Irigasi Bendungan Beringin Sila untuk Dukung Swasembada Pangan di NTB

banner 120x600
banner 468x60

SUMBAWA, NTB — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Beringin Sila di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) guna memperkuat layanan irigasi pertanian dan mendukung target swasembada pangan nasional. Langkah ini merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang kedaulatan pangan dan energi.

“Bendungan Beringin Sila tidak hanya berfungsi sebagai penyedia air irigasi, tetapi juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Dengan suplai air yang terjaga, petani di Sumbawa kini dapat menanam sepanjang tahun, meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan,” ujar Menteri PUPR Dody Hanggodo, dalam kunjungannya ke NTB.

banner 325x300

Bendungan yang diresmikan pada 29 Desember 2022 ini memiliki kapasitas tampung 32,75 juta meter kubik dan luas genangan 126 hektare. Infrastruktur ini melayani total 3.500 hektare lahan pertanian—terdiri dari 2.164 hektare eksisting dan 1.100 hektare pengembangan baru. Keberadaan bendungan turut mendorong peningkatan indeks pertanaman dari 130% menjadi 230%, memungkinkan pola tanam dua kali padi dan satu kali jagung dalam setahun.

Pemerintah juga telah menyiapkan pengembangan tambahan seluas 1.700 hektare pada tahun 2026, untuk mencapai cakupan penuh sesuai rencana. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar pemanfaatan air benar-benar optimal untuk kepentingan pertanian masyarakat,” tegas Menteri Dody.

Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara I, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan saluran primer dan sekunder sepanjang 3,68 km dalam program Peningkatan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (DI) Beringin Sila Tahap I di 2024, yang saat ini melayani 167,7 hektare. Tahap lanjutan dijadwalkan pada 2026–2027 untuk memperluas layanan hingga mencapai target 3.500 hektare.

Selain fungsi irigasi, bendungan ini juga menyediakan air baku sebesar 76 liter per detik, berpotensi menghasilkan listrik melalui PLTM sebesar 1,4 MW, serta mengurangi potensi banjir hingga 85 meter kubik per detik atau sekitar 32,7% di wilayah Kecamatan Utan. Kawasan bendungan juga dimanfaatkan untuk kegiatan perikanan dan wisata air guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Menteri Dody juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekitar waduk. “Kami imbau agar tidak melakukan penanaman jagung di area sekitar bendungan demi menjaga kapasitas tampung air tetap optimal,” pesannya.

Manfaat bendungan turut dirasakan langsung oleh petani. Ketua GP3A Salimbebebe Beringin Sila, A. Majid, menyampaikan bahwa sejak bendungan beroperasi, produktivitas pertanian meningkat signifikan. “Dulu hanya bisa tanam padi satu sampai dua kali setahun tergantung hujan. Sekarang bisa tiga kali tanam karena air lancar. Bahkan banyak petani yang sudah bisa daftar umroh,” ungkapnya.

Program optimalisasi ini merupakan bagian dari gerakan nasional “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” yang dijalankan Kementerian PUPR dalam rangka mewujudkan visi ASTA CITA Presiden Prabowo.

 

Editor : Boni Atolan


 

banner 325x300
error: Content is protected !!