Malaka –
Ikatan Mahasiswa Dawan R (IMADAR) Kefamenanu menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya seorang pemuda asal Desa Babotin Maemina, Kecamatan Babotin Leobele, Wilhelmus Asa yang akrab disapa Saul, di wilayah Wederok, Kabupaten Malaka.
Namun demikian, IMADAR menilai bahwa peristiwa kematian tersebut tidak dapat dipandang sebagai kejadian biasa. Sejumlah kejanggalan yang ditemukan di lokasi kejadian memunculkan dugaan kuat bahwa kasus ini memerlukan penyelidikan yang serius, menyeluruh, dan transparan dari aparat penegak hukum.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui keluar dari rumah pada Minggu (22/03/2026) dengan mengendarai sepeda motor. Selanjutnya, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di bantaran sungai pada Selasa (24/03/2026). Hingga saat ini, sepeda motor yang digunakan korban belum ditemukan.
Selain itu, kondisi lokasi penemuan jasad yang berada di area bebatuan sungai kering dinilai tidak menunjukkan indikasi kuat terjadinya kecelakaan lalu lintas. Minimnya jejak benturan maupun tanda-tanda kecelakaan semakin memperkuat adanya kejanggalan yang tidak boleh diabaikan.
Ketua Mandataris IMADAR Kefamenanu, Marlianus Jeriyanto Manek yang akrab disapa Jeri, menegaskan bahwa terdapat sejumlah fakta penting yang harus diusut secara mendalam.
“Kami melihat adanya kejanggalan serius dalam kasus ini. Hilangnya sepeda motor korban dan kondisi lokasi kejadian merupakan fakta penting yang harus ditelusuri secara menyeluruh. Ini bukan perkara sederhana dan tidak boleh dianggap sebagai kasus biasa,” tegas Jeri.
Lebih lanjut, IMADAR Kefamenanu mendesak aparat penegak hukum untuk menjalankan proses penyelidikan secara profesional, terbuka, dan bertanggung jawab.
“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk bekerja secara transparan dan tidak menutup-nutupi fakta. Keluarga korban berhak mendapatkan kejelasan, dan masyarakat berhak mengetahui kebenaran yang sesungguhnya,” lanjutnya.
IMADAR juga menilai bahwa penanganan kasus ini akan menjadi tolok ukur keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan keadilan di Kabupaten Malaka. Oleh karena itu, segala bentuk spekulasi harus dijawab dengan proses penyelidikan yang berbasis fakta dan bukti.
Sebagai bentuk komitmen, IMADAR Kefamenanu menyatakan akan terus mengawal proses hukum hingga kasus ini terungkap secara terang dan adil.
Di sisi lain, IMADAR mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengawal kasus ini secara kritis, namun tetap menjaga situasi keamanan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
IMADAR Kefamenanu menegaskan bahwa keadilan bagi korban adalah harga mati, dan kebenaran harus diungkap secara terang benderang.
Tim

















