Jambi — Kemacetan panjang terjadi di kawasan SPBU Simpang Mandalo, Kota Jambi, pada Sabtu, 15 November 2025. Antrean kendaraan, terutama truk pengangkut barang, menumpuk hingga memenuhi badan jalan. Kondisi tersebut dipicu oleh keterlambatan pasokan BBM jenis solar sehingga membuat para pengemudi harus menunggu berjam-jam untuk mengisi bahan bakar.

Sejumlah pengemudi mengeluhkan bahwa solar tidak masuk ke SPBU sejak pagi hari, menyebabkan antrean mengular dan mengganggu arus lalu lintas di wilayah tersebut. Situasi ini menambah panjang daftar keluhan masyarakat mengenai sulitnya memperoleh solar di beberapa SPBU di Provinsi Jambi.
Humas LCKI (Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia) Provinsi Jambi, Suhalmi Saputra, menyoroti serius masalah tersebut. Menurutnya, kondisi yang berulang menandakan lemahnya sistem pengawasan dan pendistribusian BBM di SPBU wilayah Jambi. Ia menilai pemerintah seolah “tutup mata” terhadap persoalan yang berdampak langsung pada aktivitas masyarakat dan pelaku usaha transportasi.
“Pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU tampak tidak berjalan maksimal. Masyarakat kesulitan mendapatkan solar, antrean mengular, tapi tidak ada langkah cepat dari pemerintah daerah. Ada apa di balik semua ini?” ujar Suhalmi.
LCKI mendesak Pemerintah Kota Jambi dan instansi terkait untuk turun langsung melakukan evaluasi, memastikan keteraturan pasokan, serta menindak tegas potensi penyimpangan di lapangan. Selain itu, lembaga tersebut meminta agar pihak Pertamina memperjelas alur distribusi solar dan memastikan tidak terjadi keterlambatan suplai di SPBU yang memiliki tingkat kebutuhan tinggi.
Hingga berita ini diturunkan pengemudi berharap adanya solusi cepat dari pemerintah dan penyedia BBM agar persoalan serupa tidak terus berulang
Editor : Boni Atolan
Sumber: Suhalmi Saputra, Humas LCKI Provinsi Jambi.

















