banner 728x250

Jelang Idul Adha Sekda Kepri Gencar Pantau Harga

Stabilitas Pangan Jadi Prioritas, Misni Tinjau Langsung Kios Pedagang di Pasar Bincen

banner 120x600
banner 468x60

TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Sekda Kepri), Misni, bergerak cepat meninjau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok. Peninjauan langsung ini dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Bintan Center (Bincen), Tanjungpinang, pada Jumat 15 Mei 2026.
​
Dalam sidak tersebut, Misni menyusuri lorong pasar dan menyambangi berbagai kios, mulai dari pedagang cabai, bawang, tomat, hingga lapak daging dan ikan. Dia juga berdialog akrab dengan para pedagang untuk memantau pergerakan harga secara langsung.
​
“Berapa sekilo cabai merah sekarang? Kalau cabai rawit berapa? Ini trennya naik atau masih stabil?” tanya Misni interaktif kepada salah satu pedagang.
​
Berdasarkan pantauan di lapangan, mayoritas harga kebutuhan dapur terpantau relatif aman, meski ada kenaikan pada beberapa komoditas akibat terkendala jalur distribusi.
​
Berikut adalah rincian harga pangan terbaru di Pasar Bincen:
​• Cabai Merah: Rp62.000 per kilogram
​• Cabai Rawit: Rp65.000 per kilogram
​• Bawang Jawa: Rp36.000 per kilogram
​• Bawang India: Rp18.000 per kilogram
​• Tomat: Rp25.000 per kilogram
​• Kentang: Rp18.000 per kilogram
​
Para pedagang mengakui bahwa lonjakan harga pada komoditas tertentu dipicu oleh meningkatnya biaya transportasi laut dan distribusi logistik menuju wilayah Kepri.
​
Sementara itu, untuk komoditas protein, harga daging sapi segar masih bertahan di angka Rp170.000 per kilogram. Bagi warga yang mencari alternatif lebih ekonomis, tersedia daging sapi beku dengan kisaran harga Rp135.000 hingga Rp140.000 per kilogram.
​
“Untuk daging sapi, sejak Lebaran lalu harganya masih sama dan belum ada penurunan,” ujar Tamrin, salah seorang pedagang daging setempat.

Adapun untuk harga daging ayam ras, saat ini masih stabil di kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram.
​
Menyikapi dinamika harga ini, Sekda Misni menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepri tidak akan tinggal diam. Pihaknya langsung menganalisis faktor penyebab, mulai dari kendala cuaca hingga tingginya harga di tingkat distributor pusat.
​
“Hasil pemantauan hari ini akan menjadi basis data penting bagi Pemprov Kepri dalam merumuskan kebijakan intervensi pasar. Kami akan terus mengawasi rantai pasok agar harga tetap bersahabat bagi masyarakat, terutama saat permintaan melonjak tinggi menjelang Hari Raya Idul Adha,” pungkas Misni optimistis.
​
Sebagai informasi, dalam peninjauan ini Sekda Misni turut didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kepri Rika Azmi, serta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepri Riki Rionaldi.

banner 325x300

Editor: Budi Adriansyah
Penulis: Va

banner 325x300
error: Content is protected !!