TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya mereda, langkah Pemerintah Kota Tanjungpinang membuka pintu bagi ritel nasional seperti Indomaret dinilai sebagai langkah yang berani dan realistis. Kebijakan ini dianggap sebagai “darah segar” untuk memulihkan ekonomi jangka menengah.
Tokoh masyarakat Tanjungpinang, Andi Cori Patahuddin, menegaskan bahwa kehadiran ritel modern harus dibaca sebagai strategi pembangunan, bukan ancaman bagi pedagang kecil.
“Jangan melulu dianggap ancaman. Masuknya investasi ritel nasional ini dampak nyatanya adalah penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Andi Cori, pada Sabtu 2 Mei 2026.
Menurutnya, setiap gerai yang berdiri akan menciptakan ekosistem pekerjaan baru. Mulai dari staf operasional, tim distribusi, hingga pengelolaan logistik. Posisi-posisi ini, tegas Andi, harus menjadi prioritas bagi masyarakat setempat.
Magnet bagi UMKM
Andi Cori meyakini Indomaret bisa menjadi katalisator bagi UMKM lokal untuk “naik kelas”. Melalui pola kemitraan yang jelas, produk lokal seperti camilan olahan hingga kerajinan tangan justru bisa menembus pasar yang lebih luas.
“UMKM kita harus didorong. Dengan standar kualitas dan kemasan yang mengikuti ritel modern, mereka justru akan berkembang lebih cepat,” tambahnya.
Tak hanya soal belanja, dia melihat efek domino ini akan menyentuh sektor pariwisata. Kota yang modern dengan fasilitas lengkap akan membuat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, merasa lebih nyaman.
Regulasi Harus Adil
Meski mendukung penuh, Andi memberikan catatan keras kepada Pemerintah Daerah. Keberhasilan kebijakan ini ada di tangan regulasi yang adil. Dia mendorong adanya aturan zonasi yang ketat.
“Pemerintah harus hadir. Atur jaraknya, batasi jumlah gerainya di titik tertentu, dan wajibkan kemitraan dengan UMKM lokal,” tegasnya.
Pengawasan ini krusial agar tidak terjadi monopoli yang mematikan usaha rakyat.
“Kuncinya bukan menolak, tapi mengatur dengan bijak. Semua harus bisa tumbuh bersama, baik yang besar maupun yang kecil,” lanjutnya.
Andi mengajak masyarakat untuk berpikir terbuka dan objektif. Baginya, investasi adalah penggerak utama kemajuan daerah yang tidak bisa dihindari.
“Kalau ingin Tanjungpinang maju, kita tidak boleh menutup diri. Tugas kita bersama adalah memastikan investasi itu memberi manfaat nyata bagi warga lokal,” pungkasnya.
Editor: Budi Adriansyah

















