Malaka –
Ikatan Mahasiswa Dawan “R” (IMADAR) Kefamenanu menilai penemuan motor milik almarhum Wihelmus Asa (Sual) sebagai hal yang sangat janggal dan memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, kendaraan yang dikendarai korban baru ditemukan setelah proses otopsi terhadap jenazah dilakukan.
Situasi ini memicu kecurigaan sekaligus keresahan publik, terutama terkait kronologi kejadian yang dinilai belum sepenuhnya terang. IMADAR Kefamenanu menegaskan, keterlambatan penemuan barang bukti utama seperti motor korban berpotensi mengaburkan fakta yang sebenarnya.
Ketua Umum IMADAR Kefamenanu periode 2026/2027, Marlianus Jeriyanto Manek, yang akrab disapa Jeri, menyampaikan keprihatinan sekaligus penyesalan atas kondisi tersebut.
“Kami menilai ini sangat janggal. Bagaimana mungkin motor yang merupakan bagian penting dari peristiwa justru baru ditemukan setelah proses otopsi dilakukan? Hal ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan di masyarakat,” tegas Jeri.
Lebih lanjut, Jeri menekankan bahwa IMADAR mendesak aparat penegak hukum bekerja secara profesional, transparan, dan tidak menutup-nutupi fakta.
“Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap secara terang benderang kronologi kejadian ini. Selain itu, dokter yang melakukan otopsi juga perlu memberikan penjelasan terbuka kepada publik agar tidak memicu spekulasi liar,” tambahnya.
IMADAR Kefamenanu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kasus ini hingga kebenaran terungkap. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat turut mengawasi proses penegakan hukum agar berjalan secara adil dan transparan.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Masyarakat pun berharap pihak berwenang segera memberikan kejelasan demi terciptanya rasa keadilan bagi keluarga korban.
Tim

















