TANJUNGPINANG, Radar Perbatasan.com – Ketua Umum Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR), Dato’ Huzrin Hood, mengusulkan agar markas Komando Daerah Militer (Kodam) Kepulauan Riau berkedudukan di ibu kota provinsi, Tanjungpinang.
Usulan tersebut disampaikan Huzrin di sela kegiatan penulisan Buku Sejarah Pembentukan Provinsi Kepri di Gedung Juang BP3KR, Tanjungpinang, pada Selasa 12 Mei 2026.
Pemerataan Ekonomi Kawasan
Huzrin menilai, penempatan markas Kodam di wilayah ibu kota bukan sekadar urusan pertahanan, melainkan langkah strategis untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dia menekankan pentingnya pembangunan yang berimbang guna mencegah ketimpangan antarwilayah di Kepri.
“Kehadiran fasilitas strategis negara seperti Kodam diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi, infrastruktur, dan konektivitas bagi masyarakat sekitar,” ujar Huzrin.
Sebagai tindak lanjut, BP3KR berencana menyurati Panglima TNI secara resmi. Langkah ini bertujuan agar Tanjungpinang benar-benar menjadi pusat pemerintahan sekaligus pertahanan yang kuat.
Dukungan Generasi Muda
Dukungan serupa mengalir dari Ketua Generasi Muda BP3KR, Basyaruddin Idris atau Oom. Dia menegaskan bahwa keberadaan Kodam di Tanjungpinang akan memperkuat posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
“Kami mendukung penuh usulan Bapak Huzrin Hood. Ini penting demi memperkuat pertahanan wilayah perbatasan dan mempertegas posisi Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi,” tegas Oom.
Menurutnya, sebagai beranda terdepan Indonesia, penguatan stabilitas keamanan di Kepulauan Riau harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat demi kemajuan daerah di masa depan.
Editor: Budi Adriansyah

















